Lahan pertanian di Subak Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli. (BP/nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Puluhan hektar lahan pertanian yang ada di Subak Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli kekurangan air. Atas kondisi itu, para petani tidak bisa melakukan tanam padi secara serentak. Mengatasi persoalan tersebut, petani berharap Pemkab Bangli mengusulkan pipanisasi untuk mengangkat air permukaan yang terbuang ke tukad (sungai).

Kelian Tempek Subak Tegalalang, Sang Ketut Rencana mengatakan, Rabu (14/3) mengatakan, total luas lahan yang kekurangan air mencapai 20 hektar. Lahan tersebut berada di Subak Tegalalang sisi barat. Sedangkan Subak Tegalalang timur, yang luasnya juga hampir 20 hektar kebutuhan airnya sudah tercukupi.

“Di sisi timur air bahkan berlebih dan terbuang ke sungai. Kelebihan air inilah yang kami usulkan dipipanisasi sehingga subak di sisi barat juga tercukupi airnya, sehingga air tidak terbuang percuma,” ucapnya sembari menambahkan jarak air yang terbuang dengan lokasi lahan yang kekurangan air cukup jauh sekitar 750 meter.

Baca juga:  Perataan Lahan di Jalur Hijau di Rambut Siwi Tanpa Izin

Rencana menjelaskan, kekurangan air pada puluhan hektar lahan persawahan di Subak Tegalalang Barat sudah terjadi sejak lama. Dampak kondisi tersebut, para petani tidak bisa melakukan penanaman secara serentak. Karena total sumurnya sangat tinggi sehingga penanaman harus dilakukan secara bergilir. Langkah itu dilakukan agar jatah air diberikan kepada petani untuk menanam padi, setelah padinya tumbuh cukup besar, barulah airnya dialihkan ke lahan lainnya. “Pengolahan tanah dilakukan secara bergilir,”tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, atas kondisi tersebut, pihaknya telah mengajukan usulan ke Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan (PKP) untuk memanfaatkan air yang terbuang dengan pola melalui sistem pipanisasi. “Usulan yang kita ajukan sudah direspon. Katanya pihak dinas akan menyampaikan ke pusat,”tegasnya Ketut Rencana. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.