Polresta Denpasar menggelar Rakor Pengamanan Nyepi. (BP/rah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Berkaitan dengan perayaan hari raya Nyepi Tahun Caka 1940 yang jatuh pada Sabtu (17/3), Polresta Denpasar menggelar rapat koordinasi (Rakor) dihadiri stakeholder dan pihak terkait. Dalam rakor tersebut terungkap saat Pangerupukan di wilayah Denpasar akan diarak 1.130 ogoh-ogoh.

Sedangkan jumlah personel yang dikerahkan 1.907 orang. “Terkait perayaan Nyepi, tadi Polresta Denpasar telah melaksanakan Rakor dengan stakeholder dan instansi terkait kesiapan-kesiapan pengamanan. Perlu kami informasikan hari raya Nyepi bersamaan dengan hari raya Saraswati. Sesuai kebijakan yang diputuskan, perayaan Nyepi dilaksanakan pukul
06.00 Wita, sehingga perayaan Sarawasti harapkan dilaksanakan dari pukul 00.00 sampai 05.00 Wita,” ujar Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana, Selasa (13/3).

Menurut AKBP Artana, pada saat itu tidak menutup kemungkinan ada krama yang melaksanakan piodalan bisa agar menyesuaikan. “Pelaksanaan pengamanan melibatkan semua instansi, baik itu dari TNI, Satpol PP, BPBD, pecalang dan desa adat. Semua punya tanggung jawab sesuai fungsinya masing-masing,” ungkapnya.

Baca juga:  Dua Rumah di Pemaron Terbakar

Khusus saat Pengerupukan, Wakapolresta mengimbau kepada masyarakat saat pawai ogoh-ogoh tidak melewati batas wilayahnya masing-masing. Pasalnya sudah ditentukan dan sepakati lokasinya.

Tujuannya untuk nengantisipasi benturan fisik atau bentrokan. Selain itu, saat mengarak ogoh-ogoh dilarang menggunakan musik selain gamelan sebagai pengiringnya. “Contohnya musik disko dan musik keras lainnya. Karena bisa menyulut emosi pengaraknya,” kata Artana.

Paling penting adalah tidak minum-minuman keras karena bisa memicu gesekan dan akhirnya merusak suasana Pengerupukan itu sendiri. Usai pawai diharapkan ogoh-ogoh jangan ditaruh di sembarangan tempat, harus dibawa ke wilayahnya dan dibakar.

Dengan demikian tidak mengganggu kebersihan dan kenyamanan Kota Denpasar.
“Untuk menindaklanjuti imbauan tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan Bendesa Adat dan Majelis Madya demi kebaikan kita bersama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengamanan difokuskan di Patung Catur Muka karena sentral kegiatan di sana,” ungkap perwira asal Tabanan ini. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.