Pemasangan alat pengukuran parameter cuaca dan kualitas udara saat nyepi. (BP/ist)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Perayaan Nyepi di Bali, merupakan kejadian yang sangat spesial karena aktifitas manusia berhenti total. Terkait dengan hari raya Nyepi tahun baru caka 1940, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) akan kembali melakukan pengukuran parameter cuaca dan kualitas udara.

Ada dua komponen kualitas udara yang akan diukur yaitu Gas Rumah Kaca (GRK) dan partikulat atau debu. Maksud dari pengukuran ini adalah untuk membuktikan dengan data bahwa memang aktivitas manusia secara nyata berkontribusi kepada kenaikan gas rumah kaca dan zat-zat tercemar.

Bali sangat spesial karena satu pulau tidak ada aktivitas manusia. Pengamatan seperti ini sudah pernah dilakukan pada 2013, 2015, 2017 dan dilanjutkan pada 2018.

Sebelum melakukan proses pengukuran, tim GRK mulai melakukan instalasi peralatan sejak Sabtu (10/3). Peralatan yang sudah diinstal berada di stasiun meteorologi Banyuwangi, klimatologi Jembrana, dan Balai Wilayah III Denpasar.

“Untuk Minggu (11/3), kami lanjutkan pemasangan peralatan di stasiun Karangasem, Koramil Bedugul, dan Koramil Singaraja. Jadi total ada 6 lokasi pengukuran. Kali ini ada penambahan lokasi yakni di Banyuwangi. Sebelumnya hanya dilakukan di lima lokasi di wilayah Bali,” kata Eko Heriyanto, koordinator lapangan tim pengukur GRK.

Baca juga:  Usai Menari, Puluhan Penari Rejang Sandat Ratu Segara Kerauhan

Dikatakan Eko, pengukuran yang dilakukan di Banyuwangi, untuk mengetahui apakah ada kenaikan polutan dan partikulat atau kualitas udara ambien (kualitas udara yang diukur di udara bebas/pemukiman) sehubungam dengan perpindahan manusia menjelang Nyepi.

Secara umum dalam pengamatan ini dari peralatan yang dipasang di wilayah Bali relatif sama dengan tahun sebelumnya. Hanya ada penambahan lokasi di luar Bali, yakni di Banyuwangi. “Itu tujuannya untuk mengetahui apakah ada kenaikan dari kualitas udara ambien di sekitar wilaya Banyuwangi yang mana biasanya menjelang Nyepi banyak terjadi perpindahan manusia dari Bali,” ucapnya.

Ditambahkannya, pengukuran akan dilakukan mulai Senin (12/3) hingga hingga Jumat (16/3). Pengukuran tersebut untuk mengetahui kondisi saat hari-hari normal di wilayah sekitar Bali. Sedangkan, pada saat Nyepi, Sabtu (17/3) akan dilakukan pengukuran dan akan dibandingkan dengan hari biasanya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.