Edukasi
PT. Indonesia Power UP Bali menggelar pertemuan dengan tokoh desa dan adat dii Kabupaten Klungkung yang menerapkan program TOSS, Kamis (8/3). (BP/adv)

MENINDAKLANJUTI program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Kabupaten Klungkung, PT. Indonesia Power, UP Bali selaku pembeli briket sampah yang diproduksi desa, menyelenggarakan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat desa adat dan dinas yang telah merealisasikan, Kamis (8/3).

Bertempat di Ruang Rapat Jempiring Gedung Indonesia Power, Denpasar, kegiatan ini digelar untuk semakin mengenalkan peran dalam pengolahan sampah menjadi energi melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi.

Pertemuan tahap awal yang digelar sampai, Jumat (9/3) ini dihadiri perwakilan dari Desa Tangkas, Gelgel, Gunaksa, Dawan Klod, Dawan Kaler, Akah Paksebali, Aan dan Tohpati. Para perwakilan ini akan diberikan pembekalan sehingga mampu menjadi corong informasi yang benar terkait program TOSS di desanya masing masing.

General Manager (GM) Indonesia Power IAGN. Subawa Putra mengatakan Kabupaten Klungkung menjadi pilot project Program TOSS yang baru pertama kali dan satu satunya  di Indonesia. Nantinya akan dipilih 1 atau 2 desa yang yang dianggap benar benar mampu dan sukses merealiasikan, untuk selanjutnya dibantu dan dibina sehingga menjadi percontohan bagi desa lain. “Saya berharap program ini terus bergulir dan akan mempu memberdayakan warga melalui pengolahan sampah menjadi bahan energi yang bernilai ekonomis,” ujarnya.

Baca juga:  Nyepi, Volume Sampah di Buleleng Naik 100 Persen

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Klungkung mengalami persoalan sampah ketika TPA Sente harus ditutup karena over kapasitas. Untuk mengatasinya, Pemkab bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta dan Indonesia Power menggulirkan program TOSS. Program ini dilaunching Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Balai Subak Desa Pekraman Lepang Desa Takmung Banjarangkan pada 12 Desember 2017.

Melalui program ini, sampah akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio aktivator. Dalam tiga hari, bau hilang, dan dalam sepuluh hari volume sampah sudah berkurang. Ini juga akan menghasilkan briket dan pellet yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan listrik. Pelet yang diproduksi desa nantinya akan dibeli Indonesia  Power sebagai bahan bakar pembangkit listrik dengan harga yang yang masih akan dikaji terlebih dahulu.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana berharap program yang digagas ini bisa menjadi solusi untuk penanganan masalah sampah. Seluruh desa diharapkan segera menyusul 9 desa yang telah memulai. “Jika seluruh desa sudah menerapkan program yang  bernilai ekonomis ini maka Klungkung akan bersih dari sampah,” tegasnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.