truk
Kondisi truk saat berada didalam sungai di Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Kecelakaan terjadi di setwilkum Polsek Penebel, Rabu (28/2) tepatnya Jalan Jurusan Penebel – Batukaru termasuk Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan. Diduga mesin mati, truk Nopol DK 9367 GL yang dikemudikan I Wayan Pice (70) alias Pan Surya terperosok ke Sungai Yeh Ho sekitaran Jembatan Yeh Penatahan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja muatan dua tangki isi air ulang pecah. Bahkan proses evakuasi truk menyebabkan kemacetan dua arah kurang lebih 1 jam.

Pantuan dilapangan evakuasi truk  dilakukan sekitar pukul 11.00 wita, dengan cara diderek. Akibatnya arus dua arah macet total selama 1 jam, ditambah banyaknya warga yang ingin melihat lebih dekat proses evakuasi. Meski tidak ada hambatan serius, evakuasi sempat mengalami kesulitan sebab mobil derek tidak leluasa bergerak lantaran kondisi jalan tidak terlalu lebar, sementara body truk terlalu panjang. Hingga sekitar pukul 12.00 wita proses evakuasi berhasil.

Baca juga:  Kasus Selundupkan 17 Kg Ganja, Sopir Truk Divonis 13 Tahun Penjara

Dari sumber dilapangan, kecelakaan terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 02.50 wita. Saat itu sopir truk Wayan Pica asal Banjar Wangaya Kelod, Desa Wangaya, Kecamatan Penebel, hendak membawa muatan air isi ulang sebanyak 2 tangki ke daerah Sesetan Denpasar.

Namun tiba di lokasi kejadian atau sesudah melewati jembatan dengan kondisi jalan menanjak, tiba-tiba mesin truk mati tepatnya saat hendak oper gigi. Ia pun tidak bisa berbuat banyak, dan berusaha menghidupkan mesin tetapi truk keburu mundur dan langsung terpersok ke jurang. Untung saja sopir selamat dari maut dan hanya mengalami luka-luka.

Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya menjelaskan, truk terperosok ke sungai karena mesin mati. “Sopir tidak ngantuk, murni karena Out Of Control (OC),” ungkapnya.

Sopir truk selamat dan sudah dijemput oleh keluarganya. “Truk ringsek bagian wadah dan body depan, diperkirakan  kerugian sekitar Rp 70 juta,” tegas AKP Mastra Budaya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.