Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Salah seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Badung, berinisial dr. GJ, mengalami tindak kekerasan dengan cara ditampar oleh keluarga pasien, Minggu (25/2). Yang mengejutkan, pelaku penganiayaan tersebut merupakan oknum pejabat desa di Kabupaten Badung.

Informasi dihimpun Selasa (27/2), kabar tentang penganiayaan dokter itu telah sampai ke Polres Badung. Bahkan polisi sudah mulai menindaklanjuti dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti terkait peristiwa tersebut.

“Sudah tersebar luas, bahkan foto orang yang diduga pelaku telah viral di media sosial (medsos),” kata salah seorang petugas yang namanya menolak dikorankan.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengatakan, pihaknya belum merima laporan dari korban. Kendati demikian dia mengaku memonitor peristiwa dugaan penganiayaan yang dialami dr. GJ. “Kami akan selidiki,” ucapnya singkat.

Sedangkan sumber lain menyebutkan, dugaan kasus penganiayaan tersebut berawal, saat dokter meminta keluarga pasien agar mengurus administrasi, mencari kamar dan mengambil obat di apotik setempat. Sembari berucap “Saya nih yang cari kamar sendiri ke sana ?” Tiba-tiba pelaku memukul kepala dan menampar sang dokter yang sedang bertugas. Peristiwa tersebut sempat dilerai oleh perawat rumah sakit.

Baca juga:  Ketua Panwaslu Temui Sekda, Perbekel Dipanggil Mulai Hari Ini

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Putu Gede Sridana, mengatakan ada kesalahpahaman di antara kedua belah pihak, namun kasus sudah selesai. “Ada kesalahpahaman, tapi sudah dikomunikasikan dan sudah mediasi langsung oleh Pak Wakil,” ujarnya.

Menurutnya, kedua belah pihak yang terlibat kasus pemukulan dokter RSUD Badung oleh Perbekel Pelaga telah menandatangani pernyataan perdamaian. “Sudah salaman mereka. Sudah selesai persoalannya, mereka saling memaafkan,” tegasnya.

Apakah kasus tersebut berlanjut ke ranah hukum, Putu Sridana menegaskan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.(kmb/balipost)

1 KOMENTAR

  1. sebaiknya hal ini dilanjutkan saja ke ranah hukum agar oknum pejabat tersebut (dan pejabat yg bermental sejenis) mendapatkan efek jera!
    jangan karena merasa pejabat ‘tinggi’ dan punya banyak beking dapat seenaknya berdamai setelah main pukul, sebaiknya pakai asas keadilan korban… Tks.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.