petir
Korban di sambar petir I Nyoman Para alias Jenek masih di rawat di RSUD Karangasem. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – I Nyoman Para alias Jenek (45) satu dari tujuh korban yang selamat akibat disambar petir asal Banjar Beluhu Kauh, Desa Tulamben, Kubu Minggu (25/2) masih terbaring di RSUD Karangsem untuk mendapatkan perawatan dari tim medis.

Sementara enam korban lainnya yang selamat yang sebelumnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kubu kondisinya membaik dan semunya sudah diperbolehkan pulang.

Untuk dua korban yang meninggal juga sudah dibawa ke rumah duka, Senin (26/2) pagi sekitar pukul 08.00 Wita setelah diabirkan di bermalam di lokasi kejadian.

I Nyoman Para alias Jenek ditemui di RSUD Karangsem, Senin (26/2) mengatakan, kondisnya mulai membaik setelah mendapatkan perawatan oleh tim medis. Hanya saja, sampai saat ini dirinya masih merasakan sakit di leher bagian belakang akibat dari sambaran petir yang menewasakan bapaknya dan adiknya itu.

“Kondisi sudah membaik. Saya sudah bisa makan. Hanya sekarang leher bagian belakang saja yang masih terasa sakit akibat sambaran petir,” ucapnya.

Dia menceritakan, sebelum tersambar petir, dirinya telah menafsir jika akan ada hujan lebat karena kondisi sangat mendung dan pasti akan ada petir. Setelah sesaat berfikir seperti itu, hujan deras turun. Dirinya bersama keluarga lainnya berteduh di gubuk yang ada di dekat pohon.

“Sesaat langsung ada petir. Saya terasa seperti kena seterum. Kala itu saya sadar dan masih ingat mengambil anak yang paling kecil, tapi keluarga yang lainnya sudah tidak sadar,” ucapnya sembari menyatakan yang meninggal dunia adalah bapaknya dan adik kandungnya.

Baca juga:  Tambah Parah, Kondisi Mata Korban Salah Obat

Dia mengatakan, di wilayahnya memang sering sekali ada petir. Bahkan lima hari, sebelum kejadian seperti ini terjadi di dekat ternaknya. Hanya saja saat itu hanya pohon kelapa yang ada di dekat ternaknya yang disambar petir sedangkan sapinya selamat.

Sementara untuk dua korban yang meninggal dunia yakni I Wayan Tebang (70) dan Ni Nyoman Bawak (35) sudah dibawa pulag Senin (26/2) setelah sempat dibiarkan di TKP kejadian.

“Keduanya dibiarkan karena sesuai keyakinan warga kalau ada kejadain seperti ini memang dibiarkan jangan disentuh siapa tahu bisa hidup. Tapi setelah dibiarkan, tetap keduanya tidak bangun dan akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Bagian Humas RSUD Karangasem Gede Dedy Artho mengatakan, sekarang kondisi pasien sudah membaik. ”Pasien sudah mendapatkan perawatan dengan baik. Sekarang kondisi pasien sudah membaik. Makan sudah biasa. Hanya mengeluhkan nyeri pada leher bagian belakang. Sementara keluhan yang lainnya tidak ada,” ucapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sembilan warga di Banjar Dinas Tulamben, Desa Tulamben, Kubu, Karangasem tersambar petir, Minggu (25/2) saat bekerja dikebun untuk memanen kacang tanah. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.