PDAM
Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kebutuhan air bersih di wilayah Dalung Permai, Kuta Utara belum terpenuhi maksimal. Sebab, PDAM selaku penyedia air bersih belum bisa menjangkau semua penduduk di wilayah itu.

Sejumlah rumah warga terpaksa menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keterbatasan pelayanan PT PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung, di wilayah padat penduduk tersebut, diakui Kelian Banjar Dinas Bhineka Nusa Kangin, Wayan Sarma. Dia memohon agar pihak PDAM menambah jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan warganya. “Cukup banyak warga di Dalung Permai memanfaatkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, karena tidak dapat layanan sambungan dari PDAM Badung,” ungkapnya.

Dikatakan, kawasan Perumahan Dalung Permai, Kuta Utara yang belum terlayani sambungan air bersih dari PDAM terpaksa menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuuhan air bersih di kawasan Perumahan tersebut.

Senada diakui tokoh masyarakat Dalung, Putu Parwata, saat dikonfirmasi, Minggu (25/2). Parwata yang juga Ketua DPRD Badung itu mengatakan sebagai pimpinan dewan akan mengundang jajaran PDAM untuk melakukan rapat kerja. “Ini (rapat, red) terkait masih ada warga yg belum menikmati sambungan air dari PDAM Badung. Kita ingin lihat dulu dari kemampuan PDAM,” ucapnya.

Baca juga:  Karena Ini, Sejumlah Kawasan di Kutsel Alami Gangguan Pasokan Air

Menurutnya, rapat kerja yang akan dilalukan dalam waktu dekat adalah untuk mengetahui sejauh mana jangkauan dari jaringan PDAM. “Apakah sudah cukup, infrastuktunya serta cadangan airnya. Nanti disana kita bisa lihat masalahnya dimana, karena air dan udara adalah kebutuhan wajib manusia untuk hidup,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Dirtek PDAM Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, mengakui masih ada warga yng belum mendapatkan sambungan. Namun, tak sedikit pula jumlah warga yang terlayani sambungan di Perumahan Dalung Permai. “Ada warga yang belum mendapatkan sambungan di sana, karena jumlah warganya terus berkembang. Namun, dari data yang kami miliki di sana sebagian besar berlangganan PDAM,” katanya.

Dia mengakui, terkendala debit air karena menggantungkan suplai air dari Dam Penet. “Kemarin juga damnya sering bocor dan banjir sehingga air yang didapat belum maksimal. Ke depan kami rencanakan mengambil air di Blusung untuk memenuhi kebutuhan di kawasan Dalung dan sekitarnya,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.