Pelaku yang diduga dalang komplotan pencopet ditangkap saat beraksi di Pura Puseh Desa Batuan, Minggu (26/2). (BP/ist)

GIANYAR, BALIPOST.com – Komplotan pencopet yang terdiri dari 5 perempuan dan 2 pria berhasil diamankan pada Minggu (25/2). Mereka ditangkap saat beraksi di Pura Puseh Desa Batuan. Sayangnya 2 perempuan berhasil kabur dari penangkapan yang dilakukan pecalang tersebut.

Menurut Wakil Bendesa Batuan, I Ketut Wastika, aksi para copet yang didominasi ibu-ibu ini sudah terendus sejak lama, sekitar 25 Agustus 2017. Kemudian terdeteksi lagi beraksi pada 20 dan 23 Februari lalu. “Sejak beberapa kali kehilangan itu, kami pantau terus CCTV,” jelas Wastika.

Pelaku yang terdiri dari 5 perempuan dan 2 laki-laki itu terekam memiliki peran masing-masing. “Mereka berlagak tamu, misalnya satu perempuan bayar donasi masuk, perempuan lainnya beraksi. Sementara yang laki-laki menunggu di parkiran,” terangnya.

Dikatakan dalam salah satu aksinya yang terekam CCTV, para perempuan ini menempel pengunjung kemudian membuka tas yang dibawa. Benda berharga di dalam tas langsung diambil dengan cepat.

Baca juga:  "Mamungkah" Pura Puseh-Bale Agung Desa Pakraman Kusamba, Di-“puput” Tujuh Sulinggih

Pada Minggu sekitar pukul 12.30 Wita, nampaknya hari apes bagi kawanan copet ini. “Pas saya pantau CCTV, mereka masuk. Mobil mereka parkir di tempat yang sama waktu beraksi dulu,” jelas Wastika.

Prajuru langsung saling kontak via Handy Talky (HT). Ketika target masuk, Wastika langsung menyuruh jajaran agar seluruh pintu di pura maupun parkiran ditutup. “Saya juga langsung telpon buser di Polsek Sukawati,” jelasnya.

Wastika yang sudah melihat dari CCTV ikut turun langsung memerintahkan para pecalang menangkap para pelaku. Beruntung warga dan para guide tidak mengamuk. “Pakaiannya seperti tamu, mereka pakai topi, yang laki pakai udeng,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.