kasus BPD
Ilustrasi. (BP/dok)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Tim Saber Pungli Polres Banyuwangi menangkap oknum Kades Wonosobo, Agus Tarmidi, Sabtu (24/2). Pria yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi  (Askab) ini diduga terlibat penipuan.

Pelaku diamankan di sebuah kafe di Desa/Kecamatan Sempu usai menerima uang dari korban senilai Rp 10 juta. Korbannya, Hendrik (53), warga setempat.

Kasat Reksrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Effendi membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, penangkapan berawal dari laporan korban. “Pelaku kita amankan ke polres bersama barang bukti,” kata Sodik.

Sodik menjelaskan berbekal laporan korban, pihaknya langsung menyanggong pelaku. Ternyata benar, pelaku diduga baru menerima uang dari korban.

Menurut Sodik, versi korban, pelaku menjanjikan bisa membantu menghentikan kasus yang menjeratnya di Polres. Pelaku meminta dana. Awalnya, korban menyerahkan uang Rp 40 juta ke pelaku. Bukannya selesai, kasus yang menjerat korban justru berlanjut. Bahkan, naik status menjadi tersangka.

Baca juga:  Ditangkap, Pengeroyok Pengunjung Kafe

Korban sempat menagih ke pelaku. Namun, pelaku justru meminta uang lagi sebesar Rp 50 juta. Korban menyanggupinya. Merasa curiga, korban memilih melapor ke Polres. Akhirnya, polisi menyergap pelaku. “Pelaku kita amankan di dalam mobil usai menerima uang,” jelas Sodik.

Hingga Sabtu malam, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Tindak Pidana Korupsi Polres.

Informasi di lapangan menyebutkan kasus penangkapan oknum kades ini berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) saber pungli Polres Banyuwangi, tahun 2017. Kala itu, polres membongkar dugaan kasus pungutan liar (pungli) program nasional agraria (prona) di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu.

Diduga, kasus itu dimanfaatkan pelaku menawarkan penyelesaian kasus tersebut. Tapi, tak ada hasil yang dijanjikan. Sebelum menjadi kades, pelaku dikenal sebagai aktivis dan pegiat LSM di Banyuwangi. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.