BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangli terus membuat terobosoan untuk mempercepat pelayanan perekaman E-KTP. Selain melakukan aksi jemput bola ke desa-desa, pada Maret Disdukcapil mulai membuka pelayanan perekaman E-KTP pada hari libur kerja yakni Sabtu dan Minggu.

“Mulai Maret kita akan membuka layanan pelayanan perekaman E-KTP di hari libur kerja yakni Sabtu dan Minggu,” ungkap Kepala Dinas Disdukcapil Bangli, I Nyoman Sumantra, Jumat (23/2).

Dibukanya layanan perekaman E-KTP pada hari libur, kata Sumantra dalah untuk mempercepat pelayanan perekaman E-KTP bagi warga yang belum melakukan perekam data. Karena siapa tahu ada warga yang tidak bisa melakukan perekaman di hari kerja. Sehingga, dengan dibukanya pelayanan di Sabtu dan Minggu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk melakukan perekaman.

Dikatakannya, sejak dua pekan pihaknya sudah melakukan pencetakan E-KTP milik warga hingga malam hari. Karena siang alat dipergunakan untuk melayani masyarakat, sehingga pencetakan sedikit terganggu karena loadingnya lambat ketika mau mengambil data penduduk yang akan dicetak. “Kalau malam penggunaaan internet Depgadri tidak terlalu banyak sehingga pencetakan sedikit lebih lancar. Sehingga bisa lebih cepat proses pencetakannya,” katanya.

Baca juga:  Praperadilan Novanto Gugur

Disinggung adanya dorongan untuk melakukan perekaman hingga malam hari, Sumantra menegaskan ada beberapa faktor penyebab hal itu belum bisa dilaksanakan. Mulai dari keterbatasan tenaga hingga keterbatasan alat rekam.

Dia mengatakan, jika dibuka perekaman sampai malam hari, diyakini efektifitasnya kurang masksimal. Karena pihaknya tidak ingin, saat petugas sudah siap memberikan pelayanan hingga malam hari, namun masyarakat yang melakukan perekaman justeru tidak ada.

“Kita kurang yakin masyarakat mau perekaman malam hari. Kalau misalnya KPU maupun pihak manapun siap mengerahkan puluhan warga untuk melakukan perekaman, kita akan siap melayaninya. Jangan sampai saya sudah siapkan petugas untuk melakukan perekaman, namun yang datang hanya satu sampai dua orang itu kurang efektif,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.