Warga melakukan evakuasi terhadap korban mobil tertabrak Kereta Api di Banyuwangi. (BP/udi)

BANYUWANGI, BALIPOST.com – Nahas menimpa rombongan wisatawan asal Sidoarjo, Jawa Timur. Mobil yang ditumpanginya tertabrak kereta api (KA) di lintasan tanpa palang, Dusun Labanasem, Desa/Kecamatan Kabat, Minggu (18/2). Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Lima penumpang mobil, termasuk sopir mengalami luka-luka.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Kronologisnya, kala itu, mobil Toyota Avanza bernopol W 1238 RB ini melaju dari arah barat. Tiba di lokasi, mobil yang dikemudikan Udin (30), asal Mojokerto, Jatim melintas di lokasi. Naas, mobil dengan lima penumpang itu mendadak mati.

Sopir sempat berusaha memundurkan kendaraan. Namun apes. KA Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi mendadak meluncur dari arah samping. Kontan saja, moncong mobil tersambar lokomotif KA. Saking kencangnya, mobil terseret, terpental ke sungai. Kondisi mobil ringsek. “Saya lihat mobil sempat mati, lalu dihantam kereta api,” kata Abdul Kohar (45), salah satu saksi mata di lokasi.

Menurutnya, kereta api sempat berhenti beberapa menit setelah kejadian, lalu melanjutkan perjalanan. Warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan. Karena kondisi gelap, warga sempat kesulitan mengevakuasi korban. “Waktu kita tolong, para korban seluruhnya selamat, hanya luka-luka,” terang Abdul Kohar.

Baca juga:  Pengeboman di Surabaya, 11 Tewas dan 41 Luka-luka

Para korban dirawat di PKU Muhamadiyah, Rogojampi. Seluruhnya dalam kondisi sadar. Mereka masing-masing Gerry Biskia Tangkerego (27), Anita Megacinta (14), Amanda Sriayu Teni Ekel (18), Denok (32) dan Dwi (32). Sementara, bangkai mobil langsung dievakuasi menggunakan mobil derek.

Saat kejadian, para korban baru saja berwisata di salah satu air terjun di Banyuwangi. Mereka berombongan menggunakan lima mobil. Mobil yang tertabrak berada di iringan nomor dua. “Saat melintas, tidak terdengar suara klakson kereta. Lintasannya juga tak berpalang pintu,” ujar Mariam, salah satu kerabat korban.

Wanita ini menuturkan, sebelum kejadian, pihaknya bersama keluarga berniat pulang usai menghadiri resepsi pernikahan. Sebelumnya, mereka berwisata ke air terjun. Pihaknya menyayangkan kondisi palang tanpa ada penjaga satupun. Insiden kecelakaan ini menambah daftar panjang kasus serupa di lintasan tanpa palang di Banyuwangi. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.