JAKARTA, BALIPOST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan dan menetapkan partai politik yang lolos sebagai Peserta Pemilu 2019. PDI Perjuangan dinyatakan memenuhi syarat verifikasi partai politik dan tercatat sebagai peserta pemilu 2019.

PDIP diwakili Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang DH dan Sekjen Hasto Kristiyanto. “PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP yang telah berkerja profesional, independen dan hal tersebut menjadi awal yang baik bagi peningkatan kualitas demokrasi Indonesia,” kata Hasto Kristiyanto.

Dia menjelaskan Pemilu 2019 akan menjadi pemilu ke-9 yg diikuti PDI Perjuangan sejak tahun 1973, kecuali pada tahun 1997. Sejak Pemilu pertama digelar tahun 1955 di era kepemimpinan Presiden RI pertama Sukarno partai politik berjumlah 172, kemudian di era kepemimpinan Presiden kedua Soeharto difusikan menjadi tiga yaitu Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golongan Karya (Golkar).

“Pada Pemilu 1997 kami dilarang ikut pemilu dan munculah gerakan rakyat Mega Bintang guna melawan rezim otoriter yang mematikan demokrasi dengan peristiwa 27 Juli 1996,” ungkapnya.

Baca juga:  PDIP Usung Syaifullah-Azwar Anas di Pilgub Jatim

Hasto mengatakan bagi PDI Perjuangan, pemilu adalah alat, dimana rakyatlah yang berdaulat untuk menentukan para wakilnya di lembaga legislatif. “PDI Perjuangan berkomitmen untuk menjadikan kontestasi pemilu, yang diwarnai dengan penyampaian gagasan terbaik untuk rakyat, bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Partainya juga berkomitmen mendukung pemerintah Presiden Jokowi dan seluruh penyelenggara pemilu untuk mendorong pemilu yang lebih demokratis dan sesuai dengan azas pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Hasto menegaskan dengan lolosnya PDI Perjuangan sebagai peserta Pemilu, maka Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar partai terus melakukan langkah konsolidasi.

Selain itu melakukan rekrutmen calon anggota legislatif di seluruh tingkatan dengan mengedepankan kriteria ideologis atas dasar Pancasila, kepemimpinan untuk rakyat, serta pemahaman terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan dan fungi representasi.

Hal lain tak kalah penting juga dari aspek kepribadian termasuk integritas dan komitmen menghadirkan watak poltik yang membangun peradaban bangsa. “Seluruh anggota dan kader partai agar bekerja keras, berdisiplin dan bergerak kebawah ditenga rakyat,” imbaunya. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.