Nelayan Pantai Penimbangan menenggelamkan Hexadome untuk rumah ikan. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Konservasi terumbu karang dan penyu di kawasan Pantai Penimbangan (PP) Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng semakin menggeliat. Pelestarian oleh sejumlah komunitas dan nelayan lokal secara swadaya ini telah menghasilkan penyelematan telur penyu dan menjaga kelestarian taman karang.

Untuk mengoptimalkan pelestarian lingkungan laut tersebut, Pokmaswas Pantai Penimbangan ini mengusulkan proposal bantuan ke pemerintah pusat. Upaya ini ditempuh karena pemerintah pusat sendiri telah melihat hasil positif yang dilakukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pantai Penimbangan.

Perbekel Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Gusti Putu Ardama, Minggu (11/2), mengatakan perhatian pemerintah pusat terkait aktivitas penyelamatan lingkungan laut itu tidak lepas dari hasil positif yang sudah dicapai sekarang ini. Dia menyebut, penyelamatan telur penyu hingga menangkarkan secara swadaya sangat direspons positif oleh pemerintah pusat.

Dua keberhasilan itu, lanjutnya, menyebabkan pemerintah pusat lewat Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jawa, Bali dan Nusra menyiapkan program pendampingan dan bantuan sarana perasarana (sarpras) bidang konservasi laut.

Menurut mantan Ketua Asosiasi Perajin Industri Kecil (APIK) Buleleng ini, menyusul tawaran tersebut pihaknya sudah menyusun proposal dan segera diajukan. Usulan dalam proposal itu cukup beragam seperti sarpras untuk pemantauan dan pemeliharaan bibit terumbu karang, penguatan sarana penangkaran telur penyu, usulan teknis konservasi, dan pengembangan jasa pendukung pariwisata Pantai Penimbangan.

Baca juga:  Penutupan Pulau Penyu, Ratusan Warga Terancam Kehilangan Pekerjaan

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Penyiapan Kawasan Usaha Perhutanan Sosial, Balai Perhutanan Sosial Wilayah Jawa, Bali dan Nusra KLHK Ahmad Saripudin Fauzi di sela-sela meninjau kawasan konservasi di Pantai Penimbangan mengatakan, pelestarian lingkungan laut oleh nelayan dan komunitas di Pantai Penimbangan berjalan dengan baik. Dia berharap upaya positif itu bisa ditiru oleh daerah-daerah lain.

Dengan demikian, partisipasi masyarakat semakin masif, sehingga kelestarian lingkungan dan biota laut yang ada pun menjadi maksimal. “Tadi saya sudah siajak melihat penangkaran penyu dan melihat taman terumbu karang, luar biasa hasilnya dan ini perlu kita dorong karena balai menyiapkan program dan anggaran untuk kegiatan konservasi yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman di sini,” katanya.

Fauzi menambahkan, bentuk dukungan konservasi di wilayah kerjanya meliputi penguatan kelembagaan dan manajemen konservasi lewat diskusi atau pelatihan teknis. Selain itu, bantuan yang bisa diakses adalah penyiapan dukungan sarpras. Khusus untuk bantuan ini, nilai anggarannya rata-rata Rp 50 juta untuk setiap Pokmaswas. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.