MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus pembunuhan I Made Rai Sina merupakan anggota pecalang ini, bukan tanpa sebab. Informasi di lapangan, antara korban dengan I Nyoman Suama mulai muncul permasalahan di arena tajen (sabung ayam).

Menurut sumber, pada Januari sekitar pukul 17.00 Wita, pelaku tajen (sabung ayam). Ketika judi sabungan ayam berlangsung, pelaku pasang taruhan. Dia pasang taruhan melawan korban.

Ternyata pelaku menang tapi korban tidak mau bayar dengan alasan uangnya habis. Akibatnya mereka rebut tapi berhasil dilerai bebotoh lainnya.

Berselang satu minggu kemudian, pelaku kembali mengikuti judi sabungan ayam di tempat sama. Saat itu tersangka kerja sebagai sopir taksi ini sengaja disenggol oleh korban sambil melontarkan kata-kata menantang berkelahi.

Namun mereka tidak sampai berkelahi karena diredam. “Ternyata kejadian tersebut berbuntut panjang hingga terjadi kasus pembunuhan tersebut. Perselisihan korban dan pelaku muncul di arena tajen,” kata sumber yang enggan disebut identitasnya ini.

Baca juga:  Tiga Ormas Besar di Bali Dapat "Warning" Kapolda

Sedangkan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta mengungkapkan, hasil penyelidikan dan penyelidikan, berdasarkan keterangan awal pelaku, I Nyoman Suama kenal dengan korban. Sebulan terakhir antara pelaku dan korban memiliki masalah. Pada Sabtu (10/2) pukul 12.00 Wita, pelaku sedang tidur kamas kosnya yaitu di Banjar Kangkang, Desa Pererenan, Mengwi.

Tiba-tiba ada orang menggedor pintu kamarnya. Selanjutnya pelaku mengintip melalui jendela dan melihat korban sedang berdiri depan pintu kamarnya sambil mengeluarkan kata kata menantang untuk berkelahi.

Saat korban menuju sepeda motornya yang diparkir di luar kos, pelaku masuk ke kamarnya untuk mengambil pedang. Pelaku semakin emosi dan langsung menebas korban secara membabi buta sampai jatuh tersungkur bersimbah darah. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.