pedagang
Pedagang di pasar seni Sukawati. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Hujan disertai angin kencang yang kerap terjadi belakangan ini membuat sejumlah pedagang di pasar Sukawati was-was. Meski dari luar bangunan terlihat kokoh, namun ketika dilihat secara seksama, banyak atapnya mengelupas dan bocor. Tak jarang saat hujan deras, sejumlah blok pasar ‘tuduhan’.

Tidak banyak yang bisa mereka lakukan, hanya menyelamatkan barang dagangan dan menempatkan ember kecil untuk sekedar bisa menampung air bocor. Para pedagang pun berharap, pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait bisa segera merealisasikan perbaikan gedung pasar, yang santer diinfokan akan dilaksanakan tahun 2018.

Seperti disampaikan Ni Nyoman (55), pedagang asal Sukawati ini mengaku sejak berjualan baju puluhan tahun di pasar Sukawati, ia tidak pernah melihat adanya perbaikan gedung. “Sudah cukup lama gedungnya, masih kokoh, cuma atapnya banyak yang rusak,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, yang berharap dalam perbaikan gedung nantinya juga mengembalikan nilai seni yang ada. “Jangan seperti saat ini, terkesan amburadul baik dari segi penataan, ada pedagang sampai trotoar,” ucapnya.

Sejumlah pedagang pun mengatakan jika memang anggaran untuk perbaikan kecil, minimal perbaikan difokuskan pada bagian atap gedung pasar. Namun jika memang anggaran yang dialokasikan besar, dan ingin memperbaiki total, para pedagang hanya berharap kedepan bisa tetap berjualan dengan nyaman dan aman. “Apalagi saat ini sepi, tamu yang datang berbelanja juga sedikit, tidak seramai dulu,” keluhnya.

Baca juga:  Anggota Ormas Ditangkap Polisi Peras Dagang Martabak

Dikonfirmasi, Kadisperindag Gianyar Wayan Suamba mengatakan untuk rencana revitalisasi pasar seni Sukawati masih dalam proses perjuangan ke pusat. “Sedang dimohonkan anggaran oleh Kemendag ke Kemenkeu lewat mata anggaran B 99 2018, semoga bisa di tahun 2018,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Gianyar melalui Disperindag berencana melakukan revitalisasi pasar seni Sukawati untuk memperbaiki fasilitas serta mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi persaingan toko oleh – oleh yang menjamur di Bali. Rencananya, revitalisasi pasar yang terkena dengan berbagai kerajinan asal Bali ini akan dirombak menggunakan dana APBN senilai Rp 60 miliar. Serta dana pendampingan dari APBD Gianyar. “Dana pendampingan dari APBD 15 Miliar, dan usulan APBN 60 Miliar, “terangnya.

Nantinya bangunan fisik pasar seni sukawati akam disesuaikan dengan standar nasional dan tetap menonjolkan desain bergaya arsitektur Bali. Sayangnya, sampai saat ini kejelasan akan program revitalisasi ini belum ada lampu hijau, entah kapan akan mulai pengerjaan.(puspawati/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.