pantai
Pantai Pesinggahan, Kecamatan Dawan dipadati sampah. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Gelombang tinggi yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Klungkung beberapa hari terakhir mengakibatkan Pantai Pesinggahan, Kecamatan Dawan dipadati sampah, Jumat (2/2). Hal tersebut memunculkan nuansa kumuh. Desa pun kuwalahan melakukan penanganan.

Perbekel Pesinggahan, I Nyoman Suastika mengatakan fenomena itu sudah rutin terjadi setiap gelombang tinggi. Penanganan selama ini hanya mengandalkan partisipasi masyarakat. Namun karena volume sampah cukup banyak dan cuaca yang kurang mendukung, hal tersebut belum mampu berjalan maksimal. Bahkan bisa dikatakan kuwalahan. “Sampah itu diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Sementara. Tetapi sekarang kami kuwalahan. Minggu ini kami rencanakan gotong royong,” terangnya.

Pantai yang dekat dengan Pura Goa Lawah itu kerap dijadikan tempat berwisata oleh masyarakat. Pada hari tertentu, juga untuk pelaksanaan upacara malasti maupun lainnya. “Kalau warga kami melasti, ya pasti kesana,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang nelayan, Nengah Kajeng menyatakan sampah tersebut kiriman dari sungai dan terhempas gelombang ke pantai. Ia pun menyatakan penanganan biasanya rutin dilakukan masyarakat. “Biasanya ada gotong toyong,” tuturnya. Selain dipantai, sebutnya sampah juga banyak mengapung di tengah laut. Itu cukup mengganggu aktivitsas saat melaut. “Didalam juga banyak. Eceng gondok mengambang,” ucapnya.

Baca juga:  Seribuan Petugas DHLK Dikerahkan Bersihkan Sampah Pangerupukan

Disisi lain, nelayan paruh baya ini mengaku gelombang tinggi menyebabkan banyak nelayan tak berani melaut lantaran khawatir terjadi sesuatu. Hal ini juga diperparah dengan tangkapan ikan yang paceklik. “Biasanya siang sampai sore gelombang tinggi,” katanya.

Nelayan lain, Wayan Gede menyebutkan paceklik ikan sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Kondisi demikian mengakibatkannya beberapa kali rugi melaut. “Biaya sekali cukup besar.Tapi tak dapat apa. Ikan tongkol juga sekarang sulit. Paling hanya dapat dua ekor. Kalau dulu bisa lebih dari seratus,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.