operasi
Operasi Pasar (OP) hari pertama di Tabanan Rabu (31/1) masih sepi peminat. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Operasi pasar (OP) hari pertama yang digelar di Tabanan mulai Rabu (31/1) di Kecamatan Tabanan ternyata sepi peminat. Masyarakat tampak belum banyak yang datang ke lokasi OP di Gedung Maria Tabanan untuk membeli kebutuhan pokok sesuai harga HET.

Sepinya peminat ke OP diduga karena bersamaan dengan Hari Raya Purnama. Begitu juga karena waktu sosialiasi cukup pendek. Namun diprediksi pada Operasi Pasar Kamis (1/2) dan selanjutnya akan banyak masyarakat yang datang.

Kepala pelaksana Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, Rabu (31/1) mengatakan sepinya masyarakat datang ke OP karena selain hari raya, juga karena pendeknya waktu sosialisasi.

Seperti diketahui rapat OP digelar Selasa (30/1) sore dan jadwal OP langsung dilaksanakan Rabu (31/1) hingga Kamis (8/2) nanti di tiga Kecamatan yaitu Tabanan, Kediri dan Selemadeg.

Diyakininya OP akan banyak dikunjungi pada hari ke dua dan seterusnya. Terlebih pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan masing-masing Camat tempat OP dilaksanakan.

Mekanisme dalam penjualan OP dijelaskan Ekayana  setiap konsumen dibatasi hanya boleh melakukan pembelian dua kantung beras ukuran lima kilogram dengan menukarkan kupon yang telah disediakan dan dibayar di tempat kegiatan. Tujuannya pembatasan pembelian ini, agar beras yang disalurkan melalui OP CBP  tepat sasaran atau diterima konsumen langsung dan bukan pedagang. Sementara, untuk pembelian komoditi gula pasir dan minyak goreng yang ditawarkan dalam OP, konsumen bisa membeli langsung tanpa melalui kupon.

Baca juga:  Stabilkan Harga Pangan Jelang Galungan, Pemkab Badung Siap Intervensi Pasar

Jenis beras yang disalurkan dalam OP merupakan kualitas medium dengan harga Rp 9.350 per kg. Selama OP untuk di Kabupaten Tabanan disiapkan beras sebanyak 4,5 ton untuk satu titik lokasi.  Harapannya, dengan digelarnya OP ini harga beras bisa kembali stabil.

“Saat ini harga beras medium dipasaran adalah Rp 11.000, hampir mendekati HET untuk beras kualitas premium. HET beras premium dikisaran Rp 12.800 per kg. Mudah-mudahan dengan OP CBP ini harga beras medium bisa kembali normal,” harapnya.

Sementara itu, staf penjualan OP Bulog Bali, Ketut Suwasta dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pelaksanaan OP CBP di Kabupaten Tabanan merupakan kegiatan ke dua setelah hal serupa dilaksanakan di Kabupaten Badung. Rencananya, setelah Kabupaten Tabanan, OP akan menyasar Kabupaten Jembrana. Dalam OP yang digelar Rabu (31/1) selain beras juga  disediakan minyak goreng sebanyak 5 dus dan gula pasir 100 kg. Dimana harga yang dibandrol untuk minyak goreng Rp 12.500 per liter, dan gula pasir Rp 12.500 per kg.

Setelah kecamatan Tabanan yang OP nya digelar hingga Jumat (2/2) akan disusul kecamatan Kediri dengan lokasi di parkiran depan Toko Nyoman dari Sabtu (3/2) hingga Senin (5/2) dan Kecamatan Selemadeg dengan lokasi Parkir Pasar Bajra dari Selasa (6/2) hingga Kamis (8/2). (wira sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.