ogoh-ogoh
Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Selain melarang ogoh-ogoh bernuansa politis, Pemkab Gianyar melarang pembuatan ogoh-ogoh dengan menggunakan styrofom. Untuk larangan ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar bahkan telah menyiapkan surat edaran.

Larangan penggunaan styrofom ini karena dipandang penting besarnya bahaya terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Selasa (30/1) mengatakan, pelarangan terhadap penggunaan styrofom untuk ogoh-ogoh ini, juga merupakan permintaan dari sejumlah aktivis lingkungan. “Mereka (aktivfis lingkungan-red) berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan ini, karena bahan plastik khususnya Styrofoam sangat berbahaya untuk lingkungan dan masyarakat,“ ucapnya.

Menurut Kujus, larangan ini sudah sejak setahun lalu. “Tahun lalu ada 16 sekeha taruna membuktikan bahwa pembuatan ogoh-ogoh menggunakan kayu, somi dan bahan ramah lingkungan lainya, itu sangat memungkinkan untuk membuat ogoh-ogoh, dan hasilnya bahkan lebih memiliki nilai seni,“ ujar Kujus.

Sementara untuk tahun ini, DLH Gianyar sudah berkordinasi dengan dengan Kesbangpol Gianyar, untuk membuat surat edaran yang isinya melarang penggunaan Styrofoam dalam pembuatan ogoh-ogoh. “Surat ini nanti dikirim ke desa se-Kabupaten Gianyar,“ ucapnya.

Baca juga:  Pemakaian Listrik Diprediksi Turun Hingga 40 Persen

Kujus juga menghimbau seluruh bendesa adat dan perbekel se Kabupaten Gianyar, untuk turut mengarahkan para sekha taruna masing-masing, agar membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan. “Dibutuhkan peran semua pihak untuk menjaga lingkungan, jadi camat hingga desa dan kelian banjar wajib ikut berperan serta, mengarahkan para sekha taruna dalam menggunakan bahan ogoh-ogoh yang ramah lingkungan,“ katanya.

Kujus yakin para pemuda di kawasan seni ini mampu membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan. “Para pemuda di Gianyar itu terkenal kreatif dalam bidang seni, jadi pasti bisa. Kami juga akan menurunkan tim ferivikasi mengecek sekha taruna yang membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan, sehingga nanti bisa diberikan piagam penghargaan, “ katanya.

Kujus menambahkan bahan plastik khususnya Styrofoam sangat berbahaya untuk lingkuangan. Bila dibakar akan menghasilkan zat senyawa kimia berhaya yang bersifat karsinogenik, yaitu dioksin. “Nah bila ini dihirup oleh manusia bisa menyebabkan kanker, ganguan paru, bahaya untuk ibu hamil, jadi ancaman ini bukan hisapan jempol, ini merupakan hasil dari berbagai penelitian,“ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.