serang
Petani saat merawat tanaman jeruknya. Kini penyakit nemotoda menyerang tanaman hingga membuat pertumbuhan jeruk menjadi terganggu. (BP/nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Berbagai penyakit mulai menyerang tanaman jeruk di Kintamani. Selain diserang diplodia, kini ancaman jeruk mulai diserang parasit nematoda yang menyerang tanaman jeruk milik petani di Desa Belancan, Kintamani. Atas serangan itu, pertumbuhan jeruk menjadi terganggu dan kualitas jeruk juga tidak bagus.

Seperti yang diungkapkan salah seorang petani di Desa Belancan, Kitamani, Ketut Mendra, Jumat (26/1). Serangan parasit cacing yang biasanya menyerang kopi mulai mengganggu tanaman jeruk sejak dua tahun terakhir. Parasit nematoda ini biasanya menyerang sistem perakaran pada tanaman kopi. Parasit ini menyebabkan tanaman perlahan menjadi mati.

“Tetapi sejak dua tahun terakhir, sejumlah akademisi yang melakukan penelitian di Belancan menemukan nematoda yang mulai menyerang tanaman jeruk. Parasit yang disebabkan cacing ini tidak kelihatan oleh mata telanjang. Biasanya akar tanaman kembung-kembung. Kalau itu dipotong akan kelihatan lorong yang disebabkan cacing nematoda, sehingga secara perlahan tanaman jeruk meranggas dan mati. Karena pertumbuhan jeruk tidak bagus, produksinya juga menurun,” ucapnya.

Baca juga:  Turun, Jumlah Ayam Petelur di Tabanan

Dikatakan Mendra, sebelumnya nematoda ini menyerang tanaman kopi. Sejauh ini lahan yang diserang kopi ini tidak terlalu luas. Kata Mendra, Desa Belancan sebelumnya merupakan lahan pertanian kopi yang cukup luas. Seiring habisnya tanaman kopi akibat diserang nematoda ini, sehingga parasit menyerang akar tanaman jeruk.

“Tanaman jeruk yang diserang nematoda sekarang ini mencapai hektaran. Untuk nematoda sampai sekarang balum diketahui obatnya sehingga tanaman jeruk yang terserang tidak diobati. Dan kami biarkan,’’imbuh Mendra.

Lebihlanjut dikatakannya, selain penyakit diserang nematoda, penyakit lainnya yang biasa menyerang tanaman jeruk Kintamani yakni diplodia dan antraksona. Penyakit antraksona biasanya menyerang buah sehingga produksinya tidak bagus. Buah yang terserang antraksona menyebabkan tampilan buah tidak menarik karena terdapat bercak-bercak. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.