kemenhub
Kemenhub siapkan Rp 30 Miliar untuk membangun Bandara Wiriadinata. (BP/son)

TASIKMALAYA, BALIPOST.com – Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan kembali melakukan beberapa pekerjaan pembangunan konstruksi di Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya pada tahun 2018. Ditjen Perhubungan Udara sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 Miliar yang masuk dalam DIPA Kantor UPBU Cakrabhuwana – Cirebon. Hal ini mengingat Bandara Wiriadinata masih setingkat satuan pelaksana di bawah Bandara Cakrabhuwana.

Pekerjaan besar yang akan dilaksanakan adalah kelanjutan perpanjangan landas pacu 200 m x 30 m (termsuk box culvert, strip dan Resa) sehingga landas pacu Bandar Udara Wiriadinata menjadi 1600 m x 30 m.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan, pembangunan tersebut merupakan rencana aksi untuk mensikapi kebutuhan masyarakat parahiangan timur dan selatan akan perkembangan Bandara Wiriadinata yang terus meningkat. Serta untuk mengembangkan konektivitas jalur udara di wilayah selatan pulau Jawa dan meningkatkan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

“Sejak dibuka oleh Presiden Joko Widodo menjadi bandara komersial pada awal Juli tahun 2017 lalu, Bandara Wiriadinata berkembang pesat dan berhasil ikut mengembangkan perekonomian daerah sekitar. Untuk itu kami sebagai regulator penerbangan nasional mengapresiasi dan berterimaksih pada pihak-pihak yang mendukung yaitu TNI AU, AirNav Indonesia, Pemkot Tasikmalaya, maskapai Wings Air dan masyarakat setempat,” ujar Agus.

Menurut Agus, perkembangan Bandara Wiriadinata yang berhasil mengembangkan perekonomian daerah sekitarnya adalah bukti nyata dukungan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian terhadap  program Nawacita Pemerintahan Joko Widodo. Terutama Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.  Serta Nawacita ke-7 yaitu Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Baca juga:  Mafia Narkoba Manfaatkan Bandara

Menurut Agus, mengutip data yang diterimanya dari Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Tasikmalaya, keberadaan Bandara Wiriadinata ikut menumbuhkan perekonomian Tasikmalaya yang mencapai 6,7 persen pada tahun 2017 lalu.

Sedangkan dari sisi komersial, tingkat keterisian pesawat ATR 72-500 yang dioperasikan maskapai Wings Air di bandara ini sudah mencapai 80 persen, angka ini bukan dikarenakan tidak penuh namun karena keterbatasan panjang landasan sehingga pesawat tidak diizinkan memuat penuh penumpang. “Sayangnya karena panjang runway yang belum mencukupi, pesawat sejenis ATR 72 belum bisa beroperasi maksimal. Jadi dengan perpanjangan runway nantinya pesawat bisa beroperasi maksimal sehingga penumpang yang diangkut bisa lebih banyak lagi,” lanjut Agus.

Pada tahun 2018 ini juga akan ada beberapa pekerjaan yang dilakukan di Bandara Wiriadinata selain perpanjangan runway. Pekerjaan tersebut adalah  pembuatan taxiway 23 m x 75 m dan apron 80 m x 100 m, pembangunan gedung terminal 1.000 m2, pembuatan jalan akses ke terminal dan lahan parkir 2.500 m2, dan pekerjaan pengawasan pengembangan bandara.

Semua pekerjaan konstruksi tersebut menggunakan konsep Design and Build dan sudah dilaksanakan lelang tidak mengikat hingga tahap evaluasi.

Sementara itu pada tahun 2017 lalu telah   dilaksanakan kegiatan perpanjangan landas pacu sepanjang 200 m x 30 m, pekerjaan levelling runway, penyempurnaan runway strip, pengadaan dan pemasangan AFL serta catu daya listrik, pekerjaan pengadaan dan pemasangan pagar pengaman bandara (350 m),  pembangunan power house (120 m2) dan  pembuatan building sign bandara. Pagu anggaran tahun 2017 adalah sebesar Rp 20 miliar. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.