Wisatawan sedang berjalan-jalan di Pantai Kuta. BMKG meminta masyarakat waspada tinggi gelombang hingga 4 meter. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah III Denpasar menghimbau kepada masyarakat pesisir, Nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang mencapai 4 meter di sekitar wilayah perairan Selatan Bali. Himbauan ini dikeluarkan mengingat Bali hingga bulan Februari mendatang masih mengalami puncak hujan.

Sehingga, kemungkinan dampak bencana yang ditimbulkan, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat/petir bisa terjadi kapan saja. Kondisi ini disebabkan, karena adanya tekanan rendah di Samudera Hindia Selatan Jawa (1003 hPa) dan di Australia bagian Utara (1000 hPa). Hal ini mendukung pengumpulan massa udara basah di sekitar wilayah Bali. Selain itu, massa udara basah ini masih terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb – 12.000 m. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan di atas wilayah Bali. Di samping itu, MJO (Madde Julian Oscillation) juga masih aktif ada kuadran 4, sehingga memberikan kontribusi pada proses pembentukan awan di Indonesia pada umumnya.

Baca juga:  Bupati Suwirta : BPD Harus Berkontribusi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu, angin kencang dengan kecepatan 10-40 km/jam juga terjadi yang bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut. Tinggi gelombang laut diperairan Utara Bali berkisar antara 0.5-2.5 meter dan perairan Selatan Bali berkisar 0.75-4.0 meter. Sementara itu, perairan Selat Bali dan perairan Selat Lombok berkisar 0.5-3.5 meter.

“Masyarakat Nelayan dan pelaku Kegiatan Wisata Bahari agar memperhatikan tinggi gelombag laut mencapai 2 meter atau lebih disekitar wilayah perairan Selat Bali dan agar selalu memperhatikan himbauan kami, khususnya peringatan dini cuaca atau iklim yang ekstrem. Disamping juga tetap waspada terhadap damat bencana yang ditimbulkan hujan,”himbau Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl.,SEIS., Rabu (24/1) kemarin. (winata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.