Pengobatan akupuntur. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Metode pengobatan alternatif bermacam-macam jenisnya, dua diantaranya adalah akupunktur dan akupresur. Kedua metode pengobatan ini berakar dari ilmu kedokteran tradisional Tiongkok yang lebih dikenal sebagai TCM (Traditional Chinese Medicine).

Meski prinsip pengobatannya mirip, ada perbedaan yang mendasar dari kedua metode tersebut. Dikutip dari klikdokter.com, praktik TCM memandang tubuh sebagai satu kesatuan energi (qi), yang dibentuk dari dua kekuatan yang saling melengkapi, yakni Yin dan Yang. Energi qi ini mengalir melalui sistem meridian yang menghubungkan berbagai organ tubuh. Apabila aliran energi pada titik-titik meridian berkurang atau terhambat, maka timbullah keluhan nyeri dan penyakit.

Baik akupunktur dan akupresur, keduanya merupakan metode pengobatan yang menstimulasi titik-titik meridian atau acupoint. Stimulasi pada titik-titik ini dianggap dapat melancarkan kembali aliran energi qi sehingga tubuh dimampukan untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Secara fisiologis, stimulasi acupoint akan memicu pengeluaran hormon endorfin, yang dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen, melemaskan otot, mengurangi stres dan ketegangan, serta menurunkan nyeri dan mendukung penyembuhan jaringan. Sistem kekebalan tubuh pun diperkuat.

Sementara itu, perbedaan utama akupunktur dan akupresur terletak pada cara menstimulasi acupoint. Akupunktur menggunakan jarum yang sangat halus seperti rambut, sedangkan akupresur menggunakan tekanan jari-jari tangan, telapak tangan, siku atau kaki untuk menstimulasi acupoint.

Intensitas stimulasi yang dihasilkan oleh akupunktur pun lebih kuat karena beberapa titik yang berhubungan bisa distimulasi sekaligus dalam satu waktu.

Jenis keluhan atau penyakit yang diobati pun agak berbeda. Akupresur merupakan pilihan yang baik untuk mengatasi keluhan umum ringan seperti migrain, sakit kepala, dan mual.

Sedangkan akupunktur dianggap lebih efektif untuk mengatasi masalah kesehatan yang bersifat kronis seperti gangguan otot dan sendi yang menahun, gangguan saraf, asma, alergi, nyeri haid, gangguan kesuburan, gangguan tidur, hingga depresi.

Kini, akupunktur pun sering dikombinasikan dengan ilmu kedokteran modern untuk mencapai hasil yang lebih optimal. (Goes Arya/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.