Senderan rumah warga di Lingkungan Pangkung Gayung longsor dan sempat mengakibatkan akses jalan antar-Kelurahan itu terblokir. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana Senin (23/1) malam mengakibatkan tanah longsor rumah milik Nyoman Tastra (58) di Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Material longsoran berupa tanah, batu dan besi pondasi dari senderan rumah Tastra sempat menutupi akses jalan rabat dibawahnya. Akibatnya jalur tembus ke Kelurahan Pendem itu sempat tertutup selama beberapa jam. Untuk menanggulangi akses jalan antar-kelurahan terblokir material longsor tersebut, warga bersama petugas gabungan dari Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bhabinkamtibmas Selasa (23/1) bergerak cepat. Pembersihan puing-puing material yang menutupi jalan dilakukan secara material bergotongroyong.

Sekitar pukul 12.00 Wita, akses jalan yang sempat tertutup sejak dinihari, bisa kembali dilalui kendaraan. “Walaupun kecil, jalur ini sering dilalui kendaraan roda empat terutama untuk angkut hasil bumi,” terang salah seorang warga yang bergotongroyong membersihkan.

Baca juga:  Hujan Lebat di Singaraja Makan Korban, Ibu dan Anaknya Tewas

Sementara itu, saat kejadian longsor, Tastra yang baru pulang setelah dirawat di Rumah Sakit, mengaku sedang tidur. Tepatnya sekitar pukul 03.00 Wita dinihari. “Suaranya keras bergemuruh, saya lihat keluar sudah ambrol (halaman depan),” terangnya.

Untungnya longsoran itu hanya terjadi pada bagian halaman depan rumah. Dengan kondisi sekarang ini, Tantra mengaku khawatir rumahnya yang berada di tebing setinggi lima meter dari jalan akan ikut tergerus.

Begitu juga dengan bangunan dapur yang berada di pinggir dsenderan yang belum tergerus. “Yang ambrol ini panjangnya sekitar 13 meter, sebenarnya memang sudah ada retakan lubang sedikit. Mungkin dari sana air masuk dan menggerus senderan,” terangnya.

Dari pengamatan siang kemarin, jalan rabat beton itu kini sudah bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Namun kondisi tebing bekas senderan itu nampak rawan longsor. Puing-puing lantai halaman depan rumah juga masih terlihat. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.