pelajar
TKP. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hasil otopsi forensik terhadap jenazah siswi SMP berusia 14 tahun asal Selemadeg, Tabanan ditemukan beberapa luka pada bibir, leher, dada dan paha. Penyebab kematian korban adalah kekurangan oksigen. Otopsi dilakukan pukul 08.30 pada Senin (22/1).

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., SH memaparkan, dari hasil PL ditemukan luka lecet dan memar pada daerah bibir, leher, dada, dan paha baik kanan dan kiri. Luka tersebut menandakan korban mengalami kekerasan benda tumpul. Luka lecet merupakan luka penekanan di bibir dan leher.

Penyebab kematian korban, kekurangan oksigen berupa warna kebiruan pada bibir dan kuku. Pada bagian organ dalam juga ditemukan bintik-bintik perdarahan dan pelebaran pembuluh darah. “Artinya orang ini mati lemas. Dugaannya dibekap, karena adanya luka lecet di bibir dan pipi,” ungkapnya.

Pada kelamin korban juga ditemukan darah. Namun, ada tidaknya persetubuhan pihaknya belum bisa menentukan. Karena masih mengambil sample untuk pemeriksaan laboratorium. Sehingga untuk memperkuat penyebab pasti kematian korban dilakukan pemeriksaan toksikologi.

Baca juga:  Tersangka Korupsi Dana Santunan Kematian Bertambah 

Korban diduga juga sempat melawan. Ditandai adanya luka memar di kepala, bibir dan paha. Namun luka akibat senjata tidak ditemukan. “Dugaannya korban dibekap karena ada luka memar dan lecet di bibir,” imbuhnya.

Mendengar kematian korban, pihak keluarga sangat terkejut. Hingga ibunya pingsan. “Ibunya tidak ikut kesini, karena pingsan,” kata Wayan Armini, bibi korban.

Ia menyebutkan korban jarang keluar dari desa. Korban merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayah korban saat di forensik terlihat linglung sehingga tidak bisa memberikan keterangan. Pihak keluarga terpaksa menitip jenazah korban hingga tanggal 31 Januari. Karena ada upacara di rumahnya.(citta maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.