SINGARAJA, BALIPOST.com – Belasan anggota Komisi III DPRD Bali meninjau abrasi di kawasan pantai Air Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan Jumat (19/1). Setelah melihat dari dekat kerusakan pantai utara (pantura) itu, dewan mendesak agar Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida memperbaiki kerusakan pantai akibat abrasi tersebut.

Apalagi, kerusakannya sudah lebih dari setahun. Sehingga tidak ada alasan lain BWS menunda penanganan abrasi di Buleleng timur tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Bali Nengah Tamba mengatakan, selain karena kerusakan sudah lama, ada pertimbangan lain yang seharusnya dipertimbangkan oleh BWS untuk menangani kerusakan pantai di Desa Bukti tersebut. Hal ini karena lokasi kerusakan pantai itu tepat berada pada kolam pemandian Air Sanih yang merupakan obyek wisata yang ramai dikunjungi wiatawan.

Untuk itu, perbaikannya perlu diprioritaskan, sehingga dapat mencegah terganggunya kolam permandian dan juga mengantisipasi munculnya kerusakan yang bertambah parah. “BWS kami minta memprioritaskan karena ini kan fasilitas umum, banyak dikunjungi masyarakat, sehingga BWS kami minta mengutamakan perbaikan di pantai ini dulu,” katanya.

Baca juga:  Pascatemuan Limbah, Aliran Tukad Beririt Disulap Jadi Kawasan Berbunga

Sementara itu, pengelola obyek wisata Air Sanih Jro Sukresna meminta perbaikan secepatnya dilakukan. Dia tidak ingin hanya dijadikan obyek kunjungan saja, namun tidak jelas kapan akan diperbaiki.

Apalagi, berkali-kali pejabat teras di Bali meninjau kerusakan pantai di di wilayahnya, tapi hingga sekarang tidak jelas nasib kapan akan diperbaiki.

Bahkan, terkait kunjungan dari Komisi III DPRD Bali dirinya mengaku tidak berharap banyak. “Sudah sering dikunjungi dan dijanjikan akan diperbaiki, tapi hingga kini gak ada kejelasan. Kami juga sudah bersurat ke BWS agar secepatnya ditangani, tapi juga belum ada kepastian,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beton pengaman pantai di kawasan Air Sanih ambruk setelah dihatam gelombang pasang sekitar Februari 2017. Sekitar 50 meter beton pengaman pantai itu rusak parah hingga kawasan permandian kini tergerus air laut. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.