Tim TPID Tabanan turun ke lapangan untuk mengecek harga beras. (BP/ist)

TABANAN, BALIPOST.com – Harga beras medium saat ini menyentuh angka Rp 11.500 per kilogram atau naik sebesar 21 persen dari harga sebelumnya yaitu Rp 9.500 per kilogram. Harga ini tentu jauh lebih tinggi dari HET yang ditentukan pemerintah sebesar Rp 9.450 kilogram.

Untuk mengatasi lonjakan harga ini Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Tabanan bersama OPD terkait, Perpadi dan Bulog berencana melakukan operasi pasar. Tidak hanya itu Bansos Pangan atau dulu dikenal dengan beras sejahtera (Rastra) juga sudah mulai didistribusikan sejak Kamis (18/1).

Kepala Pelaksana TPID Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, Kamis (18/1) mengatakan dari hasil sidak terakhir ke distributor beras kenaikan ini dikarenakan ketersediaan beras medium yang seret. Bahkan ditingkat distributor pun kesulitan membeli beras medium ini. “Mereka membeli seharga Rp 10.500 per kilogram. Meski sanggup membeli dengan harga tersebut, barangnya tidak ada ataupun yang dikirim hanya sedikit. Jadi bukan karena penimbunan tapi karena berasnya sulit disediakan saat ini,” ujar Ekayana.

Dari hasil pemantauan ke distributor beras yang ada di Tabanan rata-rata mereka memiliki stok 1 ton untuk beras premium dan 5 ton untuk beras medium. Harga beras medium Rp 10.500 yang dibeli oleh distributor ini dijual menjadi Rp 11.000 per kilogram ditingkat pengecer sehingga saat sampai di konsumen harganya Rp 11.500 sesuai dengan pemantauan lapangan ke pasar-pasar.

Baca juga:  PKS Minta Tidak Dikaitkan Kasus Pemalsuan Beras

Naiknya harga beras medium lanjut Ekayana karena beras jenis ini banyak dicari oleh kalangan menengah ke bawah. Terlebih wisatawan mulai banyak datang ke Bali sehingga permintaan meningkat. Sayangnya saat ini masih belum panen raya baik di Bali maupun daerah pemasok beras seperti Jawa Timur dan NTB sehingga ketersediaan beras medium tidak sesuai dengan tingginya permintaan. Disisi lain beras premium harganya justru masih stabil.

Untuk menekan harga beras medium sekaligus memenuhi kebutuhan di masyarakat, pihak TPID sudah bersiap menggelar operasi pasar. “Sekarang tinggal surat dari Pemda untuk pelaksanaannya. Sudah disiapkan. Bulog juga sudah siap,” ujarnya. Jika semua syarat sudah lengkap, Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OPCBP) ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Sebagai tahap awal dalam OPCBP, Bulog menyiaplan 10 ton beras. Daerah pasar yang disasar adalah di daerah Tabanan terlebih dahulu kemudian menyusul ke Kecamatan lainnya. Selain Bulog, TPID Tabanan juga menggandeng Perpadi. Tidak hanya itu, Bansos Pangan untuk bukan Januari juga sudah mulai didistribusikan di beberapa desa yang ada di kecamatan Tabanan. “Distribusi Bansos Pangan akan dilakukan bertahap. Beras sudah ada di Bulog sebanyak 173,80 ton. Per penerima kouta manfaat (PKM) mendapatkan 10 kilogram beras,” ujar Ekayana. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.