demo
Pemuda yang mengatasnamakan diri Garda Alam Pikir Indonesia (API) DKI Jakarta, menggelar unjuk rasa meminta ia melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPR RI. (BP/har)

JAKARTA, BALIPOST.com- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) kaget, di depan matanya beberapa pemuda yang mengatasnamakan diri Garda Alam Pikir Indonesia (API) DKI Jakarta, menggelar unjuk rasa meminta ia melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPR RI.

Demo di lobi Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/1), dilakukan empat hari pasca pelantikan Bamsoet sebagai Ketua DPR RI. Sejumlah pemuda yang melebarkan spanduk yang bertuliskan “Walaupun Langit Runtuh, Hukum Harus Ditegakan’.

Unjuk rasa dilakukan pasca rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bamsoet sebagai saksi kasus korupsi e-KTP. Aktivis Garda API itu juga mendesak KPK segera memeriksa dan mencekal Bamsoet karena diduga terlibat kasus Simulator SIM di Korlantas Polri, Mei 2013 silam.

Namun, beberapa menit berterik-teriak mundur, sekitar lima orang aktivis tersebut diamankan oleh Pamdal (pengaman dalam) DPR RI.

Baca juga:  Demo Bawa Spanduk Palu Arit, Puluhan Warga Tambang Emas Diperiksa

“Kita ingin Bambang Soesatyo mundur! Kita ingin Bambang Soesatyo mundur! Bambang Soesatyo harus mundur!” teriak salah satu pendemo. “Bamsoet tidak sesuai jadi pemimpin bangsa!” lanjutnya.

Mendengar teriakan itu, Bamsoet yang kini juga masih menjabat Ketua Komisi III DPR itu mengaku kaget. “Waduh…Ada apa itu?” tanya Bamsoet kepada wartawan di DPR.

Politisi dari Partai Golkar itu meyakini aksi demo di depan matanya itu adalah sebuah pesanan oleh pihak tertenti yang tidak suka terhadap dirinya. “Itu pesanan,” celotehnya.

Untuk menghindari hal tidak diinginkan, Bamsoet langsung diarahkan oleh pihak Pamdal DPR RI ke ruang kerjanya di lantai 3 Gedung Nusantara III DPR RI.(hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.