Ranyok sedang memotong rambut pelanggannya. (BP/gik)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Aktivitas Gunung Agung sejak September tahun lalu sampai sekarang telah menimbulkan kekacauan ekonomi. Banyak usaha kecil pada akhirnya gulung tikar.

Tetapi, beberapa di antara usaha lainnya masih tetap bertahan. Setelah memasuki tahun 2018, sejumlah usaha kecil kini mulai bangkit.

Contohnya, usaha kecil tukang cukur rambut di Kota Amlapura, yang ditekuni Wayan Supradnya alias Ranyok. Ketika status awas pertama diumumkan pada 22 September tahun lalu, Ranyok mengaku sempat terkena imbasnya.

Tiga hari usahanya sepi. Tak satu orang pun yang datang menggunakan jasanya. Pelanggannya banyak mengungsi, tetapi ia tidak ikut ngungsi karena tempat tinggalnya tidak termasuk kawasan rawan bencana.

Dia berbulan-bulan kelimpungan waktu itu. Karena usaha yang dirintis sejak tahun 2007 itu nyaris mati total.

Tetapi, memasuki tahun 2018, dia kembali optimis usaha kecilnya bisa bangkit lagi. Para pelanggannya satu per satu kembali lagi. Ini seiring warga Karangasem, khususnya Kota Amlapura mulai terbiasa melihat Gunung Agung erupsi.

Justru sekarang kalau Gunung Agung erupsi, warga tak ramai-ramai mengungsi. Tetapi, sibuk mengambil HP untuk mengabadikan momen erupsi kecil atau freatik tersebut. “Meski kini status Gunung Agung tetap awas, usaha saya tak berpengaruh. Kini tetap ramai seperti sebelumnya, sebelum peristiwa 22 September tahun lalu itu,” kata Ranyok, saat ditemui disela-sela kesibukannya, Rabu (17/1).

Sejak 2007, Ranyok memberanikan diri dibantu istri mengontrak ruang kecil untuk membuka jasa potong rambut. “Wajah Baru” pun dibuka di sekitar Banjar Kerti Celuk Negara, Jalan Teuku Umar, Amlapura.

Baca juga:  Antisipasi Erupsi Gunung Agung, Perbekel Ban Bakal Bangun Hunian Sementara

Ia cukup sukses menjalankan usaha kecilnya itu bertahun-tahun. Bisa menghidupi seorang istri dan dua anaknya. Dalam sehari puluhan pelanggan dilayani.

Pelanggan setianya dari berbagai usia, anak muda, dewasa, hingga tua. Bahkan para pejabat di Karangasem juga ada yang menjadi pelanggannya.

Berbagai model gaya rambut anak muda dikuasainya. Bahkan ia kerap menerima panggilan ke luar bagi pelanggan yang sakit.
Kelebihannya dibandingkan tukang cukur yang lain, Ranyok punya keterampilan untuk layanan pijat. Setelah mencukur, pelanggan dipijat bahunya agar terasa lebih segar.

Bahkan, sejak merintis usaha sejak 2007, belasan bekas anak buahnya kini sudah buka usaha sendiri. Dia juga kerap berbagi ilmu cukur dengan teman-temannya di luar Karangasem, seperti Denpasar dan Buleleng. “Saya memperoleh ilmu dari orang lain, saya juga wajib berbagi ilmu kepada orang lain yang membutuhkan,” kata Ranyok, lelaki paruh baya kelahiran Desa Tegallinggah ini.

Dia berharap aktivitas Gunung Agung kembali normal, sehingga perekonomian Karangasem yang sudah sempat bangkit bisa menggeliat lagi. Saat ini, berbagai macam usaha lainnya juga mulai ramai, seperti usaha sarana upacara, distributor buah-buahan segar dan kompleks pertokoan sepanjang Jalan Gajah Mada mulai lebih ramai dari sebelumnya.

Tetapi, beberapa usaha lainnya masih susah untuk kembali beroperasi seperti semula. Seperti usaha rumah makan di sepanjang Jalan Untung Surapati maupun di Jalan Veteran, Amlapura. Banyak usaha rumah makan sejak 22 September tahun lalu sampai sekarang tak buka lagi. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.