DENPASAR, BALIPOST.com – Bakal calon gubernur Bali yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB), I.B. Rai Dharmawijaya Mantra nampak duduk di salah satu sudut lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Sabtu (13/1). Pada saat bersamaan massa Tolak Reklamasi Teluk Benoa juga sedang melakukan aksinya.

Rai Mantra baru saja menyelesaikan pemeriksaan kesehatan aspek psikologi rohani di Kantor KPU Bali. Ketika ditanya apakah Rai Mantra ingin menyapa massa ForBALI, pria yang mengenakan pakaian adat ini menjawab iya.

Meski akhirnya hingga massa tiba di depan Kantor Gubernur, Rai Mantra tak kunjung mendekat. Namun tetap bertahan di depan pintu keluar Kantor Gubernur, padahal jaraknya tak begitu jauh.

Menurut Rai Mantra, kehadirannya di Renon sebetulnya masih terkait dengan Pakta Integritas yang ditandatangani KRB bersama dirinya dan Sudikerta. Mengingat, salah satu poinnya adalah mendukung hasil kajian Unud, Bhisama PHDI, dan aspirasi masyarakat yang menyatakan menolak perencanaan proyek pembangunan reklamasi Teluk Benoa.

Kendati, Rai Mantra juga tak menampik bila partai-partai pengusungnya sebelum perhelatan Pilgub ada yang mendukung rencana tersebut. “Kalau saya kan dari dulu memang sudah ini (menolak reklamasi, red). Sekarang ya harus menyatu dong, tapi kalau memang ada kesempatan berubah kan dikasih waktu dong. Kalau ada orang yang mau berubah, kan bagus,” katanya.

Baca juga:  Kantor DLH Bangli Kebakaran, Sejumlah Ruangan Hangus dan Arsip Ludes

Hanya saja, Rai Mantra tidak ikut berjalan kaki bersama massa. Namun memilih untuk menunggu massa tiba di depan Kantor Gubernur Bali. “Kita partisipasi saja lah, kita lihat perkembangannya lebih lanjut dulu,” ujar Rai Mantra yang datang tanpa didampingi bakal calon wakil gubernur-nya, I Ketut Sudikerta.

Mengenai ketidakhadiran Sudikerta, Wali Kota Denpasar ini beralasan sang wakil masih mengikuti tes wawancara terkait pemeriksaan psikologi rohani. “Masih tes dia (Sudikerta, red), kan belum bisa keluar. Di KPU dia, baru tiang saja yang bisa keluar,” jelasnya.

Benar saja, beberapa saat kemudian Sudikerta tampak hadir menyusul setelah usai mengikuti tes psikologi di Kantor KPU Bali.

Saat berorasi, Koordinator ForBALI I Wayan “Gendo” Suardana mengatakan aksi tolak reklamasi merupakan undangan yang sifatnya terbuka. Artinya, siapa saja boleh ikut termasuk calon gubernur (siapa saja, red).

Sepanjang tidak memakai atribut partai politik dan tunduk dengan aturan-aturan aksi ForBALI. “Tapi kalau mau orasi, jangan,” tegasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.