BANGLI, BALIPOST.com – Pipa ukuran 6 dim milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bangli yang berada di Banjar Kedui, Tembuku, Bangli putus akibat tertimbun longsor pada Jumat (12/1) malam. Akibatnya, pendistribusian air bersih kepada 493 pelanggan di wilayah Tembuku menjadi terganggu.

Untuk bisa tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan, PDAM bakal mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tanki kepada pelanggan. Direktur PDAM Bangli I Wayan Gede Yuliawan Asakara, Sabtu (13/1) mengungkapkan, tanah longsor yang terjadi malam kemarin. Tebing yang longsor panjangnya mencapai puluhan meter.

Untuk mengecek kondisi pipa, pihaknya sudah menerjunkan petugas kelokasi untuk menggali pipa yang tertimbun material longsor. “Pipa yang tertimbun ukuran 6 dim.  Untuk melakukan pengecekan dilapangan kami sudah menurunkan petugas ke lokasi. Kami juga akan mencari tempat untuk memindahkan jalur pipa yang tertimbun ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya.

Baca juga:  Ditata, Patung Dewa Ruci Dilengkapi Air Mancur Berteknologi Terbaru

Yuliawan Asakara menambahkan, untuk pemenuhan air bersih ke pelanggan, pihaknya bakal melakukan pendistribusikan air bersih memakai mobil tanki. “Pelanggan yang pelayanannya terganggu sebanyak 493 pelanggan. Untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan, kami akan mendistribusikan air bersih kepada warga memakai mobil tanki bekerjasama dengan BPBD. Mengingat satu mobil tanki yang kami miliki sudah rusak tidak bisa digunakan,” katanya.

Dikatakannya, untuk perbaikan pipa yang tertimbun longsor tersebut, pihaknya belum bisa memastikan penyelesaiannya. Meski begitu, pihaknya menargetkan pengerjaan sudah rampung dalam dua pekan.

Sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan kembali normal. “Kami harap sebelum dua pekan pengerjaanya bisa clear. Kami juga berharap cuaca di lapangan mendukung. Karena jika turun hujan akan sangat mengganggu petugas saat bekerja di lapangan,” harap Yuliawan Asakara. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.