Anak-anak bermain di Lapangan Puputan Klungkung. Lapangan ini akan ditata dengan dilengkapi sarana pendukung. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Penataan ruang publik kembali digulirkan Pemkab Klungkung. Sesuai perencanaan, pada tahun ini akan menyasar Lapangan Puputan Klungkung dan Pantai Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan. Total anggaran untuk kedua lokasi ini mencapai Rp 9,8 miliar.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Rabu (10/1) menjelaskan penataan lapangan puputan yang selama ini dijadikan tempat berolahraga maupun aktivitas lainnya menjadi skala prioritas. Bahkan, perencanaannya sudah rampung tersusun.

Anggaran yang disiapkan tak tanggung-tanggung. Untuk penataan taman maupun pengadaan pendukung lain, seperti tracking dan tempat duduk mencapai Rp 2,3 miliar. Di lokasi ini, juga direncanakan ada pembangunan patung Ida Dewa Agung Jambe yang dianggarkan Rp 4 miliar. “Taman bermain juga ada untuk anak-anak, dewasa dan lansia. Wifi ditambah. Seluruhnya akan ditata. Total anggaran Rp 6,3 miliar,” tegasnya.

Bupati asal Nusa Ceningan ini menyatakan lapangan tersebut juga sekaligus menjadi Bencingah Puri Agung Klungkung sebagai tempat raja bersama keluarga untuk melihat suasana perkotaan. “Ini wujud apresiasi saya kepada tokoh puri beserta keluarga. Cara menempatkan beliau banyak. Termasuk city tour yang juga bisa ke puri,” ungkapnya.

Baca juga:  Lahan Hutan Selat Ditata untuk Destinasi Wisata

Dengan ruang publik yang tertata, diharapkan masyarakat bisa menghabiskan waktu berliibur di tengah kota. Tidak harus keluar menuju daerah lain.

Selain itu, tingkat kebahagiaannya dapat meningkat karena telah mendapatkan tempat yang nyaman dan layak. “Dengan situasi seperti sekarang, banyak yang jalan-jalan di lapangan. Harapan saya dengan penataan, masyarakat tidak jauh-jauh lancong. Nikmati saja yang ada di sini,” ucapnya.

Sementara itu, untuk penataan Pantai Goa Lawah, dianggarkan Rp 3,5 miliar. Objek wisata ini nantinya akan diintegrasikan dengan pertanian garam yang juga dibangkitkan pemkab. “Setelah jadi, akan dikelola desa,” imbuhnya.

Perbekel Pesinggahan, Nyoman Suastika sempat menyatakan kondisi pantai masih terkesan kumuh. Adanya rencana penataan oleh pemkab dinilai sebagai langkah strategis. “Sekarang kunjungan saat hari libur cukup ramai. Tetapi pantai masih kumuh. Kalau ada rencana penataan, kami sangat mendukung,” ujarnya.

Selain itu, penataan ini juga untuk mendukung status Desa Pesinggahan sebagai desa wisata. Ke depan, langkah serupa juga diharapkan dapat dilakukan pada Bukit Tengah yang lokasinya berdekatan. “Kami berharap penataan ini juga bisa dilakukan,” pungkasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.