Ilustrasi. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Warga di Banjar Tanggahan Tengah Desa Demulih Susut mengeluhkan pasokan air PDAM yang keruh dan berlumpur. Lantaran kondisi air PDAM tak layak dikonsumsi, warga pun terpaksa mengeluarkan uang lebih untuk membeli air. Atas kondisi ini warga berharap pihak PDAM segera turun melakukan penanganan agar pasokan air bisa normal kembali.

Wayan Sukania, warga Tanggahan Tengah yang mengeluhkan kondisi air PDAM, Selasa (9/1) mengungkapkan kondisi air PDAM yang keruh dan berlumpur sudah dirasakan warga sejak lima hari terakhir. Jika didiamkan cukup lama, air PDAM yang ditampung dalam bak mandi maupun ember akan menimbulkan endapan lumpur.

Atas kondisi itu, dirinya terpaksa membeli air untuk kebutuhan minum dan memasak. Untuk mandi dirinya dan keluarganya terpaksa mengambil air bersih ke sungai yang jaraknya cukup jauh.

Dia pun mengaku cukup kecewa dengan PDAM Bangli. Sebab meski persoalan itu sudah berlangsung lima hari terakhir namun hingga saat ini belum dilakukan penanganan. Dia pun mengaku sangat dirugikan karena hal ini. “Saya harap PDAM bisa menjual air yang bersih. Dengan kondisi air sekarang ini sangat tidak layak bagi masyarakat. Tolong segera ditangani,” terangnya.

Baca juga:  Pascapekerja PDAM Tertimbun Longsor, Perbaikan Jaringan Putus Kembali Dilanjutkan

Sementara itu, Direktur PDAM Bangli Wayan Gede Yuliawan Askara saat dikonfirmasi terpisah mengatakan terkait keluhan warga di Tanggahan Tengah tersebut, pihaknya sudah menindaklanjutinya dengan melakukan perbaikan. Dia mengatakan keruhnya pasokan air di banjar setempat terjadi karena adanya bagian jaringan yang tertimbun longsor.

Sebagaimana yang pernah terjadi selama ini, biasanya bagian jaringan yang hancur tertimpa longsor akan menyebabkan tanah masuk ke dalam pipa sehingga air yang diterima masyarakat menjadi keruh dan kotor. “Sekarang sudah diperbaiki. Kami upayakan selesai secepatnya,” terangnya.

Selain di Tanggahan Tengah, kerusakan jaringan PDAM akibat longsor, kata Yuliawan juga terjadi di Banjar Tambahan, Desa Jehem Tembuku. Kerusakan jaringan di Banjar Tambahan yang sudah berlangsung sejak Jumat lalu juga menyebabkan pasokan air ke masyarakat menjadi terganggu. “Sekarang di sana juga sudah kami tangani,” imbuhnya.  (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.