objek wisata
Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan kegiatan PIK Pariwisata di 14 lokasi di desa wisata bersama Kades dan Camat yang membawahi. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus berupaya mengembangkan obyek wisata baru. Bahkan di tahun 2018 ini, sebanyak 14 desa yang telah mengantongi SK desa wisata mendapatkan bantuan yang berasal dari pagu anggaran yang disiapkan untuk perbaikan sarana prasarana pendukung obyek wisata baru. Dengan total nilai anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,578 miliar nilai Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) Pariwisata bervariasi tergantung proposal yang diajukan oleh desa.

Tiap desa rata-rata mendapatkan alokasi anggaran Rp 100 sampai Rp 400 juta, tergantung proposal yang diajukan. “Besaran bantuan anggaran sesuai dengan luas wilayah dan obyek wisata yang dibangun, sementara kita fokus pada pengembangan 14 desa wisata yang sudah mengantongi SK Bupati ini,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa, usai rapat koordinasi dengan Camat dan Kepala Desa, Selasa (9/1).

Untuk pengerjaan pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata tersebut, dilakukan oleh dinas pariwisata dengan menggandeng pihak ketiga. Pasalnya, pembangunan tracking atau apapun yang berkaitan dengan pariwisata, dikatakannya  harus tetap mengacu pada konsep tri hita karana dan berpedoman pada Sapta Marga. “Intinya agar terarah dan memenuhi standar pariwisata, jika udah rampung kita serahkan ke desa,” ucapnya.

Baca juga:  Karena Ini, Monumen GZ Ditutup 7 Hari dari Pengunjung

Disinggung tentang apa saja sarana prasarana yang akan digarap untuk percepatan pembangunan potensi wisata alam di desa, Made Yasa mengatakan nilai PIK ini sesuai dengan hasil musrenbang, dimana lebih banyak diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju potensi obyek wisata yang dimiliki desa setempat. Namun ada pula yang diperuntukkan untuk penataan obyek wisata seperti penataan obyek wisata air di kecamatan Pupuan. “Dominan jalur tracking selain juga untuk penataan obyek wisata,” terangnya.

Salah seorang Perbekel dari kecamatan Selemadeg Barat mengaku pihaknya mendapatkan dana sebesar Rp 175 juta yang nantinya diperuntukkan untuk pembetonan jalan dari jalan utama menuju obyek wisata air terjun di banjar Samsaman Kelod, desa Angkah, Selemadeg Barat.

Jika PIK Pariwisata dianggarkan dari APBD, tahun 2018 ini dinas pariwisata juga mendapatkan DAK dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,4 miliar yang diperuntukkan untuk kelanjutan penataan kawasan obyek wisata Bedugul baik itu perluasan parkir, pembuatan gedung pasar oleh oleh dan penyiapan kamanr mandi yang bersifat internasional. Disamping pula kerjasama dengan Kementerian dan Google serta masyarakat untuk mempromosikannya. “Ini juga bentuk persiapan menyambut pertemuan bank dunia,” pungkasnya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.