Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penerapan e-kinerja di lingkungan Pemkab Badung, menjadi perhatian serius Sekretaris Daerah (Sekda) Wayan Adi Arnawa. Pria asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini meminta kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) tidak hanya mengejar absensi untuk memenuhi kinerja.

“Saya ingatkan jangan hanya rajin mengabsen kehadiran saja untuk mendapatkan nilai tambah, namun jadikan kedisiplinan untuk pertanggungjawaban atas diri sendiri sadar akan menjadi pegawai pemkab Badung,” tegas Adi Arnawa, Senin (8/1).

Menurutnya, e-kinerja bagi pegawai Pemkab Badung adalah keharusan yang mutlak untuk dijalani. “Ini adalah mandat dan anugerah yang harus disyukuri. Dengan apa yang kita lakukan tentu akan mendapat reward cukup terbilang tinggi bagi seluruh karyawan, dibandingkan dengan daerah lainnya,” jelasnya.

Dikatakan, Badung akan menjadi kuat dan smart secara SDM, jika aparat dan perangkat daerah dapat menggenggam teknologi serta memberikan pelayanan yang baik, cepat, tepat sasaran kepada masyarakatnya. Mantan Kepala Bapenda Badung ini juga mengajak para pimpinan OPD dan seluruh karayawan tetap mengikuti inovasi perkembangan teknologi yang dapat diterapkan di masing-masing instansinya.

Baca juga:  Gara-gara Ini, Ratusan Perusahaan di "Blacklist" Badung

“Mari Bangun Badung dengan disiplin kerja yang baik dan bertanggung jawab, dengan demikian Pemerintah Kabupaten Badung dan masyarakat Badung akan menjadi kuat, Kami Pemerintah Kabupaten Badung tidak hanya menjalankan e-kinerja saja namun sistem yang lainnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Badung, mengakui salah satu kendala penerapan sistem berbasis teknologi informasi ini adalah belum semua pegawai melek teknologi. Sebagian pegawai masih gagap teknologi (gaptek), sehingga Dinas Infokom juga harus menyiapkan sistem pelaporan secara manual.

Kendala lain, data kepegawaian belum sepenuhnya masuk ke sistem yang dibangun secara mandiri oleh Dinas Kominfo tersebut. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Badung Wayan Weda Darmaja, mengakui pihaknya tidak bisa memaksa pegawai membeli smartphone, dan belum semua pegawai paham teknologi informasi. “Maka dari itu, kita siapkan pelaporan kinerja secara manual, nanti akan ada staf khusus pada setiap perangkat daerah yang menginputnya ke sistem,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.