SINGARAJA, BALIPOST.com – Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng mungkin tak asing lagi di telinga masrayakat, terutama Bali. Setahun belakangan, Desa Bali Aga ini menjadi incaran pencinta traveling.

Ada Kubu Hobbit yang menjadi tempat berswa foto. Namun, jika yang berasal dari daerah jauh, tak cukup rasanya jika hanya berkunjung ke tempat itu saja. Lalu, apa yang cocok dikunjungi selanjutnya?

Rumah Bandung Rangki bisa menjadi pilihan. Bangunan tradisional ini sudah semakin langka. Bentuknya memperlihatkan nuansa tradisional.

Sama sekali tak ada sentuhan gaya modern. Atapnya bambu, dindinya gedeg, lantainya tanah, dan pondasinya dari batu padas. Tak hanya itu, bagian dalamnya juga tak seperti bangunan modern atau rumah pada umumnya. Kamar tidur utama, kamar anak, dapur, dan tempat pemujaannya tidak ada sekat. Hanya posisinya diatur sedemikian rupa. Seluruhnya sangat kental dengan suasana tempo dulu.

Pemilik rumah, I Wayan Sukrata menuturkan bentuk kamar yang demikian secara otomatis membuat penghuninya lebih cepat melakukan aktivitas. “Ingin makan, bisa langsung. Begitu juga kalau sembahyang, bisa cepat juga, karena semua ada di satu ruangan,” jelasnya, belum lama ini.

Baca juga:  Warga Bayung Gede Diminta Pertahankan Rumah Tradisional

Rumahnya itu sudah berusia sekitar 80 tahun dan dua kali tersentuh renovasi. Ditengah perkembangan zaman yang semakin modern, jumlah rumah itu semakin berkurang. Yang tersisa hanya 27 unit. Itu pun yang benar-benar menawarkan kesan tradisional hanya 2 unit. Sisanya sudah tersentuh bahan modern. “Bahannya sudah ada modern. Tapi bentuk dan bagian dalamnya tidak berubah,” katanya.

Keunikan itu membuat banyak yang ingin melihat. Menariknya, tak hanya warga lokal, namun juga asing, seperti Jerman dan Belanda. “Ini menarik untuk jadi wisata edukasi. Apalagi untuk anak-anak. Saya akan mempertahankan ini,” tegasnya.

Selain rumah, pengunjung yang datang ke tempat ini juga bisa menikmati pemandangan dari ranggon yang berdiri diatas kawasan perbukitan. Mata akan dimanjakan dengan hamparan sawah di sejumlah desa. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.