rabies
Kadis Pertanian Gianyar Made Raka bersama tim dari Dinas Peternakan Provinsi Bali langsung turun ke rumah Ketut Catur Udaya, Desa Buruan, Blahbatuh. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kasus rabies terjadi di awal tahun di Kabupaten Gianyar. Lokasinya di Desa Buruan, Blahbatuh. Ketut Catur Udaya (54) dan istrinya Sang Ayu Sumargi (53), yang merupakan pemilik anjing, sempat digigit sebelum anjing itu mati Selasa sore (2/1).

Menurut Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ngakan Putu Readi,  Kamis (4/1), anjing yang dipelihara oleh Ketut Catur Udaya itu memang dibiarkan bebas, tanpa dikurung atau diikat di rumah tersebut. “Karena bebas anjing ini juga sempat hilang selama tiga hari dari seputaran rumah Ketut Catur, “ jelasnya.

Nah saat anjing ini balik ke rumah di Desa Buruan, diketahui kondisinya memang kotor. Tanpa ada curiga atau gelagat mencurigakan, Ketut Catur lantas memandikan anjingnya itu seperti biasa. Nah beberapa saat usai dimandikan itu lah, anjing ini menggigit pergelangan tangan kiri Ketut Catur, tepatnya pada Minggu 31 Desember 2017. “Diwaktu yang hampir bersamaan istrinya Sang Ayu Sumargi juga digigit pada jari tangan kiri,“ ucapnya.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke petugas peternakan keesokan harinya pada Senin (1/1). Saat mengecek itu, Ngakan Putu Readi mengaku secara observasi petugas tidak menemukan tanda-tanda rabies. Namun petugas sudah meminta agar anjing itu diikat atau dikurung. “Saat dicek petugas, secara kasat mata memang tidak ada kelihatan tanda-tanda anjing rabies,“ katanya.

Secara mendadak anjing itu pun lantas mati, pada Selasa (2/1). Petugas peternakan kembali melakukan pengecekan, dan dari hasil laboratorium diketahui anjing itu positif rabis.

Baca juga:  VAR Serentak Kembali Digelar di Denpasar, Ini Jadwalnya

“Ini yang cukup unik, sehari sebelum mati, secara kasat mata tidak ada tanda-tanda rabies pada anjing ini, tapi setelah mati dan dicek lebih dalam di lab, baru bisa dipastikan positif rabies, “ ujarnya.

Pemilik anjing Ketut Catur Udaya dan istrinya Sang Ayu Sumargi yang sempat tergigit anjing langsung diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) di puskesmas Blahbatuh.

Selain itu ada juga Sang Putu Asmara diberikan VAR, yang merasa takut setelah mengubur anjing itu. “ Sang Putu Asmara ini hanya ketakutan saja, karena sempat mengubur anjing itu, pas ada luka di tangannya tapi bukan gigitan, “ ujarnya.

Dikatakan pasca temuan itu, Kadis Pertanian Gianyar Made Raka bersama tim dari Dinas Peternakan Provinsi Bali langsung turun ke rumah Ketut Catur Udaya. Petugas Peternakan Gianyar juga kembali melakukan sosialisasi terhadap aparat Desa setempat.

“Kami juga akan melakukan penelusuran sumber rabies dari anjing ini, dan sesuai SOP akan dilakukan eliminasi selektif di kawasan itu,“ katanya.

Sementara Ketut Catur mengatakan, gigitan dialaminya ketika ia mengelus bagian tubuh anjing yang sedang bengkak terluka. “Jadi pas saya elus kemungkinan itu bagian yang bengkak, sehingga anjinganya kaget dan menggigit tangan kiri saya, “ katanya.

Namun Ketut Catur mengaku anjing yang dipelihara hampir setahun itu memang belum sempat divaksin. “ Ya itu kami lambat, baru setelah hilang itu maunya di vaksin, tapi lebih dulu anjingnya sakit dan mati seperti ini, “ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.