dewan
Anggota DPRD Karangasem I Nyoman Musna Antara saat mengantar kerabatnya ke rumah sakit. (BP/gik)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kinerja RSU Pratama, di Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, menjadi sorotan legislator setempat. Sebab, saat mengantar kerabatnya ke RSU Pratama Kubu, disana tidak ada dokter jaga, Selasa pagi (2/1). Pengalaman serupa juga pernah dialami saat mengantar pengungsi untuk berobat ke RSU itu.

Anggota DPRD Karangasem Nyoman Musna Antara, sangat menyayangkan kinerja situasi ini. Padahal, semangat RSU Pratama Kubu dibangun untuk mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Kubu.

Musna meminta memasuki tahun baru 2018, RSU Pratama Kubu, cepat berbenah. Selain pasien yang datang tiba-tiba, disana juga ada pasien yang menjalani rawat inap alias opname. Beberapa di antaranya adalah pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di lokasi pengungsian. “RSU Pratama Kubu statusnya sudah rumah sakit rawat inap. Tetapi tidak ada satu pun dokter jaga. Kalau terjadi sesuatu pada pasien yang opname, siapa yang bertanggung jawab?,” sorot politisi Partai Golkar ini.

Mengetahui persoalan ini, dia mengaku langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, Ida Bagus Putra Partama. Dia meminta pengelolaan RSU Pratama Kubu dirombak, agar tidak mengorbankan masyarakat setempat yang hendak berobat. Sebab, masalah nyawa orang, bila sudah membutuhkan pertolongan segera, harus segera tertangani petugas kesehatan setempat. “Saya berharap, pengalaman buruk ini tak terjadi lagi,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan I Gusti Bagus Putra Partama, dihubungi, Selasa (2/1), juga mengakui sudah mengetahui persoalan ini. Dia menegaskan, disana sudah ada empat dokter. Tetapi, dia enggan menjelaskan, kenapa bisa sampai tidak ada dokter jaga, disaat sangat dibutuhkan oleh pasien. “Masalah pengaturannya sepenuhnya diatur oleh Kepala RSU Pratama Kubu, coba konfirmasi langsung ke kepalanya saja ya,” katanya.

Baca juga:  Puluhan Warga Banjar Patas Terkena Sakit Mata

Sementara, Kepala RSU Pratama dr. Putu Suagama, dihubungi Selasa (2/1), mengakui ada situasi seperti itu. Tetapi, tidak seburuk yang diperkirakan orang. Saat Nyoman Musna kesana, kebetulan dokter jaga yang seharusnya bertugas, sedang izin urusan keluarga. Sementara, dokter lainnya juga tak bisa menggantikan. Sehingga, terjadilah kekosongan itu. Namun, dia meminta semua pihak memaklumi situasi ini. Sebab, RSU Pratama Kubu sedang berkembang. Sejak dia bertugas disana Januari 2017, layanan rawat inap baru diberikan mulai Pebruari 2017.

Setelah setahun berjalan, dia mengakui masih kekurangan tenaga dokter maupun perawat. Kekurangan itu juga sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan Karangasem. Tetapi, karena situasi Karangasem saat ini yang masih menghadapi status awas Gunung Agung, usulan tersebut belum bisa dipenuhi, karena sebagian tenaga medis lainnya juga diarahkan untuk penanganan pengungsi di Karangasem. Demikian juga usulan, agar dokter maupun petugas medis yang ditugaskan di RSU Pratama Kubu, agar yang berasal dari wilayah setempat. Tujuannya, untuk mengurangi kendala teknis, karena lokasi RSU Pratama Kubu yang cukup jauh.

Dia menyampaikan terima kasih, atas koreksi dari berbagai pihak. Ini akan menjadi bahan evaluasi, untuk penyempurnaan pelayanan RSU Pratama Kubu ke depan. Dia berharap tahun ini dua kendala yang dihadapi RSU Pratama Kubu dan sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Karangasem, agar bisa terpenuhi tahun ini. Sehingga, pelayanan kesehatan di RSU Pratama Kubu, ke depan bisa lebih baik. (bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.