pembayaran
Kabupaten Bangli masih nunggak pembayaran Rastra ke Bulog Provinsi. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Tunggakan pembayaran Beras Sejahtera (Rastra) dari sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bangli, per 26 Desember tunggakan rastra dari sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan mencapai Rp 650.738.000.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangli I Dewa Agung Bagus Riana Putra, Rabu (27/12), mengungkapkan, tunggakan pembayaran rasta dari sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan memang masih tinggi. Per 26 Desember, tunggakan rastra mencapai Rp 650.738.000. Desa yang paling banyak nunggak pembayaran rastra berada di Kecamatan Kitamani.

“Pembayaran tunggakan rastra dari desa terus bergerak. Bahkan tadi ada sejumlah desa yang sudah membayar tunggakan. Jadi jumlah tunggakan pasti terus menurun. Hanya saja saat ini kita bisa memastikan berapa tunggakan, mengingat masih kita menghitung,” ungkapnya.

Menurut Riana Putra, ada beberapa kendala yang mengakibatkan keterlambatan desa membayar tunggakan rastra tersebut diantaranya adanya adanya keterlambatan pendisitribusian rastra ke sejumlah desa pada Desember ini. Sehingga, warga yang menerima rastra ini, terambat menerima rastra tersebut. Disamping itu, lokasi pengambilan rastra dari rumah warga khususnya warga di balik bukit kejahuan mengambil rastra tersebut.

Baca juga:  Puluhan Desa di Jembrana Belum Terima Rastra

“Banyak warga yang mengeluh karena juah mengambil rastra ini. Karena ongkos mengambilnya lebih tinggi dari harga rastra. Jadi mereka memiliki mereka enggan untuk mengambilnya. Selain itu juga ada oknum nakal yang mempengaruhi keterlambatan pembayaran rastra ini. Artinya ada masyarakat di desa sudah merata yang membayar, namun uangnya dipinjam. Tapi memang ada sejumlah warga yang membandel belum membayar rastranya,” katanya.

Untuk memperlancar dan mempercepat pelunasan di sejumlah desa yang masih menunggak pembayaran rastra tersebut, kata Raina Putra pihaknya bersama Bulog terus gencar turun ke desa-desa yang masih menunggak pembayaran, supaya bisa segera melunasi tunggakan tersebut. Namun, sebelum turun pihaknya lebih dulu menghubungi petugas Kasi Kestra di masing-masing desa yang menangi rastra tersebut yang masih ada tunggakan.

“Bahkan besok (hari ini red) ada desa yang sudah berjanji akan melunasi tunggakan sampai Desember. Kita harap dengan upaya yang kita lakukan bersama Bulog, pembayaran rastra dari desa bisa lebih cepat, sehingga tunggakan yang masih ada di sejumlah desa bisa segera dibayar. Dengan begitu tunggakan rastra di Bulog bisa dilunasi,” jelas Riana Putra. (eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.