hujan
Longsor akibat labilnya tanah pasca diguyur hujan. (BP/ina)
BANGLI, BALIPOST.com – Hujan yang terus melanda wilayah Bangli sejak beberapa hari terakhir menyebabkan tebing tanah setinggi 8 meter di Banjar Yoh Desa Pengotan longsor. Akibat kejadian itu, jalan penghubung dari Banjar Yoh menuju Banjar Penyebeh desa setempat menjadi sulit dilalui kendaraan lantaran sebagian badan tertutup material longsor. Selain mengakibatkan longsor, hujan juga mengakibatkan sebuah pohon kelapa yang berada di depan Pura Pesimpangan Dalem Prajapati, Kelurahan Kubu tumbang dan menimpa bale gong hingga hancur.

Informasi yang dihimpun di lapangan Selasa (26/12) menyebutkan, tebing longsor di Pengotan terjadi pada Senin (25/12) sekitar pukul 19.30 wita. Hingga Selasa pagi, material longsor masih memenuhi sebagian badan jalan. Beberapa kendaraan roda empat dan roda dua kesulitan melintas di lokasi. Terlebih hujan gerimis yang mengguyur pagi kemarin mengakibatkan kondisi jalan menjadi licin karena becek.

Perbekel Desa Pengotan, Wayan Suardana mengatakan, ketika longsor terjadi sekitar pukul 19.30 wita, wilayah Pengotan tidak sedang diguyur hujan. Saat kejadian, material longsor menutup seluruh badan jalan. Agar jalan tersebut bisa tetap dilintasi kendaraan, warga kemudian bergotong royong membersihkan sebagian badan jalan yang tertimbun material.

Kejadian longsor yang melanda wilayah desanya, kata Suardana sudah dilaporkannya ke BPBD Bangli. Diharapkan, material longsor yang masih menutup sebagian badan jalan bisa segera dibantu untuk dievakuasi. “Untuk sementara jalan ini kami tutup. Khususnya bagi mobil,” ujarnya.

Baca juga:  Jatiluwih Longsor, Sanggah Nyaris Tertimbun Tanah

Dia menambahkan jalan yang tertimbun longsor ini adalah jalur terdekat bagi warga Pengotan untuk menuju jalan raya Kayuambua, Susut.

Sementara itu, pantauan di Pura Pesimpangan Dalem Prajapati, Kelurahan Kubu, tampak bangunan bale gong yang berada di depan jaba pura hancur tertimpa batang pohon kelapa. Salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi Kadek Yoni mengatakan, peristiwa tumbangnya pohon kelapa yang menimpa bale gong terjadi pada Senin sore sekitar pukul 16.30 wita. Kejadian itu terdengar keras hingga membuat beberapa warga di sekitarnya keluar rumah. “Saat kejadian hujannya hanya gerimis,” ujarnya.

Yoni mengatakan bangunan bale gong tersebut usianya sudah cukup tua. Hingga siang kemarin diakuinya belum dilakukan upaya pembersihan oleh pihak pengempon di lokasi bangunan bale gong yang hancur. Untuk membersihkan material bangunan yang hancur kemungkinan masih akan dilakukan paruman terlebih dahulu.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Wayan Karmawan dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya kejadian tanah longsor di Pengotan dan pohon tumbang yang menimpa bale gong. Terkait upaya penanganan tanah longsor di jalur Penyebeh, dikatakan Agus masih dikoordinasikan dengan Dinas PU untuk upaya alat berat (loader). (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.