buah
Proses pengemasan buah manggis sebelum di ekspor. (BP/san)
TABANAN, BALIPOST.com – Budidaya manggis di akhir tahun 2017 ini mendapatkan angin segar. Tahun ini manggis Indonesia tidak ditolak lagi oleh pasar Tiongkok. Artinya ekspor buah ini tidak perlu lagi melalui negara lain tetapi bisa langsung ke Tiongkok. Ekspor yang langsung ini tentunya menekan biaya pengiriman dan manggis Indonesia pun mendapatkan pengakuan.

Eksportir manggis asal Pupuan Tabanan, Jero Putu Tesan mengatakan diterimanya kembali ekport manggis Indonesia langsung ke Tiongkok adalah hasil dari pertemuan bilateral Indonesia-China yang dilaksanakan di Kantor Pusat AQSIQ beberapa waktu lalu. Pertemuan bilateral yang dilaksanakan pada (11/12) dihadiri oleh delegasi RRT dengan ketua Mrs Li Yijuan dan delegasi Indonesia dengan Ketua Dr, Antarjo Dikin yang merupakan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Barantan.

“Saya mendapatkan informasi jika dalam pertemuan tersebut dibahas kesepakatan operasional untuk ekspor buah manggis dari Indonesia ke Tiongkok,” ujarnya.

Kesepakatan ini menurut Jero Tesan menjadi peluang besar bagi para eksportir dan rumah kemas buah manggis yang telah diregister Badan Karantina Pertanian untuk memasuki pasar Tiongkok.

Baca juga:  Pengguna Internet Di Indonesia Mencapai 143.28 Juta

Ketua Asosiasi Manggis Indonesia ini melanjutkan dengan adanya kerjasama bilateral tersebut eksportir manggis lokal harus bisa segera mengimplementasikan packing house diseluruh Indonesia yang sudah teregistrasi. “Langkah ini harus segera diterapkan untuk menopang kerjasama ini sehingga kualitas produk terjaga,” ujarnya.

Adanya kerjasama tersebut juga membuat prospek manggis di dalam negeri menjadi sangat menjanjikan. Sebab, 80 persen kebutuhan manggis di Tiongkok bersumber dari Indonesia yang selama ini harus dikirim melewati pihak ketiga yakni Vietam, Malaysia, dan Thailand.

“Kami sangat hargai keberhasilan pemerintah Indonesia untuk perdagangan ekspor manggis ini,” ujarnya.

Sementara itu, selain buah manggis, pertemuan bilateral ini juga menjajagi kemungkinan ekspor nenas dan buah naga Indonesia ke Tiongkok. Sementara itu, untuk ekspor salak dan sarang burung walet yang telah habis masa import protokol dan pengakuannya, pihak Tiongkok menjamin dapat terus dilanjutkan. (wira sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.