Tempat prostitusi di Jalan Teges Nunggal, By-pass Ngurah Rai , Kuta Selatan, terlihat sepi, Rabu (20/12). (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Tempat prostitusi di Jalan Teges Nunggal, By-pass Ngurah Rai, Kuta Selatan, disegel Bupati Badung Giri Prasta pada Selasa. Pascadisegel, tempat prostitusi itu terlihat sepi. Jalan yang biasanya ramai, kini terlihat lengang.

Bahkan untuk memastikan tidak ada lagi aktifitas disana, setiap harinya petugas Satpol PP terus melakukan patroli. Kasatpol PP Badung, IGAK Surya Negara, Rabu (20/12) mengatakan, apabila di tempat itu ditemukan ada kegiatan apalagi sampai mencabut segel, tentu itu sudah masuk ke arah pidana. “Petugas kami terus patroli ke sana. Bila ditemukan ada aktivitas atau pencabutan segel, itu arahnya sudah ke pidana,” pungkasnya.

Terkait keberadaan penghuni wisma atau penjaja seks komersial (PSK) yang kemungkinan masih tinggal di sana, sampai Rabu sudah tidak terlihat. Surya Negara mengatakan, sewaktu pertama kali dilakukan sosialisasi menjelang penyegelan, mereka sudah banyak yang pulang.

Bahkan, saat itu juga sudah ada pemilik wisma yang membongkar wismanya. “Sampai seminggu sebelum penyegelan, sudah tidak kami temukan lagi penghuninya maupun aktivitas di sana,” ujarnya.

Dikatakannya, sebelum sosialisasi rencana penutupan, jumlah penghuni di masing-masing wisma, mencapai 8 orang hingga 14 orang. Sehingga bila dirata-ratakan setiap wisma terdapat 10 orang penghuni. Ditegaskannya, apabila mantan penghuni wisma tersebut nantinya ada yang pindah ke lokasi lain, pihaknya akan terus kejar dan tertibkan.

Baca juga:  Simpan Laptop di Sekolah, Ratusan Lemari Besi Disiapkan

Bahkan untuk selanjutnya, tahun 2018 pihaknya sudah menyiapkan program untuk terus gencar melakukan penertiban. “Sebelum penutupan, dari total 52 wisma yang ada, jumlah penghuni keseluruhan sebanyak 520 orang,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Badung, I Ketut Sudarsana mengatakan, sebelum proses penutupan berjalan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan rapat bersama dengan Satpol PP. Dalam hal ini, pihaknya siap menampung dan memulangkan seluruh PSK yang kemungkinan ada di sana pada saat proses penutupan.

Namun saat penutupan dilakukan, ternyata sudah tidak ada sama sekali di lokasi. Ia memperkirakan, kemungkinan mereka sudah banyak yang pulang. “Kita sudah siap berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengantar mereka ke daerah asalnya. Ternyata sampai saat ini mereka sudah tidak ada di lokasi. Dari Satpol PP pun belum ada laporan terkait masih adanya keberadaan mereka,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Camat Kuta Selatan, Made Widiana manyampaikan, pihaknya bersama Satpol PP, Trantib maupuan masyarakat akan memantau perkembangan di lapangan. “Kita di bawah ingin menegakkan itu. Kita sebagai perpanjangan tangan Yustisi akan menegakkan itu,” terangnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.