NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah pekerja tambak udang yang terletak di Banjar Taman, Desa Tuwed, Melaya keracunan gas saat hendak membuka pintu air, Selasa (19/12). Hingga sore kemarin, dua dari empat yang pingsan masih belum sadarkan diri dan dirujuk ke RSUP Sanglah. Pemicu munculnya gas beracun ini disinyalir dari timbunan feses dan makanan di dasar (lumpur) kolam tambak udang tersebut.

Informasi yang dihimpun kemarin, kejadian ini bermula saat para pekerja hendak membuka pintu air sedalam dua meter. Sekitar pukul 10.00 Wita, salah seorang pekerja Ryan asal Surabaya turun untuk membuka pintu air. Saat menyentuh tanah, tiba-tiba Ryan meminta tolong sambil menjulurkan tangan agar ditarik. Saat itu, Jo asal Sumbawa yang berada diatas mencoba menarik tangan korban, tetapi Ryan pingsan dan terlepas. Akhirnya Jo ikut terjun bersama Irwan (48) asal Surabaya untuk membantu korban. Tetapi tak lama kemudian keduanya ikut pingsan. Mendapati kondisi itu, Kadek Mustika dan Martok (25) yang menunggu diatas ikut turun sambil berteriak ke pekerja lainnya dan mereka berdatangan. “Saya juga sempat cium gas itu, tapi untungnya saya tidak keracunan dan bisa mengangkat keatas,” ujar Mustika, asisten teknisi tambak asal Denpasar. Satu persatu pekerja yang pingsan ditarik keatas menggunakan tali.

Baca juga:  Korban Tenggelam di Tuwed Ditemukan Tak Bernyawa di Pebuahan

Rencananya para pekerja tambak Marine Perkasa ini hendak melakukan tahapan pembersihan dua petak kolam udang yakni kolam B3 dan C9 sebelum panen. Tetapi saat melakukan upaya tersebut, di Kolam B3 muncul peristiwa keracunan gas tersebut. Sebelumnya, tepatnya tiga hari lalu, Mustika bersama pekerja lain sejatinya juga sudah membersihkan kotoran di kolam tersebut. Disinyalir gas yang beracun tersebut berasal dari lumpur yang tertimbun di dalam kolam.

Keempat korban keracunan gas tersebut langsung dilarikan ke IRD RSUD Negara sekitar pukul 10.30 Wita. Dua diantara korban keracunan gas tersebut, Martok dan Irwan kemarin sudah bisa sadarkan diri. Namun, Ryan dan Jo yang lebih dulu pingsan dan dari hidungnya sempat mengeluarkan darah, hingga kemarin masih mendapatkan perawatan intensif dan dirujuk ke RSUP Sanglah. Petugas dari Polres Jembrana kemarin juga turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP terkait kejadian tersebut.

Direktur RSUD Negara, Made Dwipayana melalui Humas RSUD Negara, Asrika Wedayanti membenarkan adanya empat pasien yang diindikasi keracunan gas tersebut. Dua diantaranya yakni Ryan dan Jo dirujuk ke RSUP Sanglah untuk tindakan lebih lanjut. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.