Penglipuran
Kunjungan Wisatawan domestk maupun mancanegara cukup ramai saat Penglipuran Festival yang dilaksanakan di Objek Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, Selasa (19/12). (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Penglipuran Village Festival V kembali dilaksanakan di Objek Wisata Desa Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, Selasa (19/12). Lewat kegiatan ini, diharapkan mampu menarik wisatawan untu berkunjung ke Bangli. Sebab, pascaterjainya bencana erupsi Gunung Agung kunjungan wisatawan ke Bangli anjlok.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Adnyana mengungkapkan, pascaterjadinya bencana erupsi Gunung Agung kunjungan wisatawan yang datang ke Bali khususnya di Bangli memang mengalami penurunan pengungjung yang cukup signifikan.

Kata Adnyana, dengan dilaksankannya Penglipuran Village Festival ini sejatinya memberikan pesan kepada wisatawan, bahwa destinasi wisata yang ada di Bangli sangat aman untuk dikunjungi wisatawan. Maka dari itu, lewat Penglipuran Festival di tengah bencana erupsi Gunung Agung ini, nantinya mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Bangli.

“Pascaterjadinya erupsi Gunung Agung memang membuat kunjugan wisatawan ke Bangli turun drastis. Bahkan penurunnya mencapai 50 persen. Jadi kita harap, lewat ajang Penglipuran Festival ini, kunjungan wisatawan ke Bangli bisa kembali normal,” harap Adnyana.

Sementara itu Pengelola Objek Wisata Desa Penglipuran I Nengah Moneng mengungkapkan, pelaksanaan Penglipuran Festival V ini akan berlangsung selama 11 hari mulai Selasa 19-30 Desember mendatang. Kata Moneng, Penglipuran Festival ini dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan ajang promosi pariwisata di Bangli khsusunya di Penglipuran.

Baca juga:  Keberadaan Kandang Ayam di Penglipuran Dikeluhkan Warga

Moneng menjelaskan, pascaterjainya bencana erupsi Gunung Agung pihaknya memang meraakan adanya penurunan kunjungn ke Bangli ksusunya ke Objek Wisata Penglipuran.  Bahkan, ada empat paket wisata mancanegara yang sudah memesan kamar untuk menginap di sisni (penglipuran red) terpaksa di cancel akibat meningkatkan aktivitas Gunung terbesar di Bali itu.

“Kalau penurunan jelas ada setelah erupsi Gunung Agung. Hanay saja penurunannay tidak terlalu signifikan sekali. Penurunan yang kita rasakan kisaran 15-20 persen,” ucapnya.

Dengan dilaksankannya Penglipuran Village Festival ini, pihaknya berharap ini bisa dijadikan momentum untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Objek Wisata Penglipuran maupun objek wisata lainnya di Bangli. Sebab, meskipun Gunung Agung masih menunjukkan aktifitas yang cukup tinggi, akan tetapi tidak mempengaruhi di Objek Wisata Penglipuran maupan objek yang ada di wilayah Bangli.

“Kita harap dengan lewat ajang ini, mampu menarik pengunjung yang lebih banyak lagi. Artinya tidak hanya paket sehari atau dua hari saja, namun bisa lebih lama lagi menginap di Penglipuran,” imbuh Moneng sembari menyatakan jika kunjungan wisatawan ke Penglipuran perlahan mulai berangsur-angsur normal. (eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.