Warga mengevakuasi jenazah korban lakalantas di jalur Singaraja-Bedugul. (BP/mud)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Nasib naas dialmi oleh seorang mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar Komang Darmiasih (21) asal Kelurahan Kaliuntu, Singaraja. Saat berangkat ke Denpasar mengendarai sepeda motor DK 6602 VL dia mengalami kecelakaan lalulintas (laklantas) di jalan Singaraja-Bedugul Kilometer 12-13 Dusun Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Suaksada.

Mahasiswi Jurusan Gizi ini tewas di lokasi kejadian setelah ditabrak bus pariwisata yang datang dari Bedugul. Sekitar satu jem kemudian, korban berhasil dievakuasi setelah bangkai bus diderek.

Korban mengalami luka parah pada bagian kaki, dada, kepala dan tewas di lokasi kejadian. Salah seorang saksi Ketut Sumara (67), warga Dusun Pererenan Bunut menuturkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 wita.

Saat itu, dia ada mendengar benturan di jalan raya yang tidak jauh dari rumahnya. Saksi kemudian keluar rumah dan melihat sebuah bus dengan nomor polisi (nopol) AB 7267 JN terbalik di tengah jalan. Penumpang di daam bus berteriak minta tolong, hingga warga ramai datang ke lokasi kejadian.

Puluhan penumpang termasuk sopir dan kernet bus mengalami luka-luka berusaha keluar dari bus dibantu warga. Seluruh korban itu dilarikan ke rumah sakit.

Sopir bus Budi Budi Mulyono (41) asal Yogyakarta setelah menjalani perawatan di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Buleleng mengaku, sebelum kejadian bus masih layak jalan. Berangkat dari hotel tempatnya menginap di Denpasar, rencananya ia akan mengantar 36 orang penumpang yang merupakan siswa dan guru SMA Semarang, Jawa Tengah (Jateng) kembali ke Semarang lewat Bedugul.

Memasuki di lokasi kejadian, rem kendaraannya blong. Dia berusaha mengendalikan kendaraannya dan berusaha memberhentikan laju bus dengan menepi di kanan jalan agar tidak jatuh korban.

Baca juga:  Mahasiswa Bisa Menjadi Ikon Re-Branding Koperasi

Saat di tikungan itu, dia membanting stir ke kanan dan menabrak pohon di kanan jalan. Saat bersamaan melintas sepeda motor dari arah Singaraja, sehingga bus menabrak pengendara sepeda motor tersebut. “Tidak tahu persis dan sebelum bus terbalik rem bolong. Maunya untuk cari tempat aman karena di sebelah kiri jurang. Begitu ambil jalur kanan, datang motor dan tertabrak. Saya keluar paling terakhir dan lihat pengendara itu terjepit, ya saya pasrah saja,” tuturnya.

Kasat Lantas AKP Sulastiyo seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.K. saat dikonfirmasi membenarkan lakalanats tersebut. AKP Sulistiyo mengatakan, kasus ini maish diselidiki lebih lanjut. Dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan keetrangan saksi, lakalanats ini terjadi karena bus AB 7267 JN mengalami rem blong.

Ketika pengemudi bus akan menghentikan laju kendaraanya, pengemudi membanting stir ke kanan dan saat bersamaan datang sepeda motor DK 6602 VL, sehingga terjadi lakalantas. “Kami masih menyelidiki dan ini baru pemeriskaan awal kalau bus mengalami rem blong. Anggota masih bekerja dan kejadian ini mengakibatkan satu korban tewas. Penumpang semua 29 siswa, tiga guru, sopir, kernet, dan tour leder selamat, namun luka-luka dan dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, paman korban Nyoman Tirta di lokasi kejadian mengatakan, korban berangkat dari Singaraja hendak ke Denpasar seorang diri sekitar pukul 12.00 wita. Dia kemudian mendapat informasi korban mengalami kecelakaan.

Mengetahui kabar itu, Tirta kemudian datang ke lokasi kejadian dan mengenali korban yang masih terjepit bagian bus. Dirinya kemudian berusaha menghubungi saudara korban dan orangtuanya yang tinggal di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.