Penyeberangan
Kendaraan yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Dari data selama dua bulan status Awas Gunung Agung terjadi penurunan kendaraan roda dua dan penumpang. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Jumlah kendaraan dan penumpang yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk pascastatus Awas Gunung Agung akhir September lalu menurun pada dua bulan berikutnya. Kondisi ini diperkirakan merupakan dampak dari Erupsi Gunung Agung. Namun, ASDP memprediksi tetap akan terjadi lonjakan kendaraan menjelang saat Natal dan Tahun Baru ini.

Dari data yang dihimpun di ASDP Ketapang, terjadi penurunan rata-rata enam ribu penumpang pada bulan Oktober dan November. Tepatnya pasca-aktivitas Gunung Agung meningkat. Sebelumnya pada bulan September jumlah penumpang sebanyak 36.369 orang, kendaraan roda dua (R2) 67.631 unit dan roda empat/lebih (R4) 99.139 unit. Sedangkan pada bulan Oktober dan November jumlah penumpang tercatat 30.526 orang dan 30.503 orang. Hal tersebut juga berlaku untuk kendaraan R2 yang pada bulan Oktober turun 19 ribu dan bulan November turun 16 ribu unit. Namun kendaraan R4 justru melonjak rata-rata 2 ribu unit tiap bulannya.

Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Heru Wahyono, Minggu (17/12) mengatakan kendati ada penurunan pada jumlah penumpang dan R2, tetapi ASDP memprediksi tetap ada kenaikan saat libur Nataru ini. “Sekarang sudah mulai normal dan kondusif, sudah banyak yang masuk ke Bali,” terang Heru.

Ia mencontohkan pada bulan Oktober dan November itu justru kendaraan R4 mengalami lonjakan 2 ribu unit yang masuk ke Bali. Selain dampak penutupan bandara, membuktikan juga banyak wisatawan menggunakan mobil dan bus yang datang ke Bali.

Baca juga:  Libur Lebaran, AP II Siap Layani 6,3 Juta Penumpang

Sehingga ASDP memprediksi tetap ada lonjakan kendaraan baik yang masuk maupun keluar Bali pada akhir tahun ini. “Prediksi kami ada kenaikan empat persen untuk penumpang, dua persen R2 dan empat persen R4. Saat itu juga mulai libur panjang akhir pekan,” tambahnya.

Libur panjang akhir pekan diperkirakan menjadi pemicu akan adanya lonjakan pengguna jasa baik di Gilimanuk maupun Ketapang pada Natal dan Tahun Baru.
Untuk antisipasi lonjakan tersebut, menurutnya telah dilakukan rapat koordinasi pekan lalu. ASDP telah menyiapkan baik armada (kapal), fasilitas maupun petugasnya.

Saat ini baik di Ketapang maupun Gilimanuk juga telah dilengkapi perangkat yang canggih untuk monitoring lalu-lintas kapal melalui STC (ship traffic control). Di STC tersebut telah dilengkapi Ship Plotter yang dapat memantau kondisi secara real time. “Sehingga sudah diketahui selama 24 jam, posisi kapal, kecepatan angin dan lainnya yang mendukung keselamatan pelayaran,” terangnya. Sehingga pengaturan kapal yang keluar dan masuk dermaga lebih canggih. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.