Pilkada
Ilustrasi. (BP/dok)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Jelang akhir tahun, rekomendasi paket I Nyoman Suwirta – I Made Kasta (Suwasta) untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 telah turun dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Namun demikian, deklarasinya belum ditentukan. Hal tersebut masih menunggu rekomendasi dukungan secara tertulis dari partai lain yang sebelumnya sudah menyatakan secara lisan.

Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung, I Wayan Baru, Jumat (15/12) mengatakan rekomendasi itu diserahkan langsung ke Sekretariat DPC Gerindra Klungkung yang berlokasi di Jalan Ngurah Rai, Kamis (14/12). Itu juga diterima I Nyoman Suwirta yang kini masih menduduki posisi sebagai bupati. “Langsung diserahkan kesini,” jelasnya.

Ditengah adanya keputusan untuk kembali mengusung incumbent, partai berlambang kepala Garuda ini belum menentukan jadwal Deklarasi. Pasalnya hal tersebut masih menunggu rekomendasi dukungan secara tertulis dari sederet partai, yakni Golkar, Hanura, PKPI, dan Demokrat.

“Dari komunikasi, partai ini menyatakan untuk mendukung. Tetapi kami baru terima secara lisan. Kami perlu hitam diatas putih. Saya sempat komunikasi dengan Golkar, katanya secepatnya akan dijemput (rekomendasi-red) untuk diserahkan. Kalau sudah fix, baru kami deklarasi sekalian,” tegasnya.

Terkait deklarasi tim pemenangan, Baru yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Klungkung menyatakan itu dlakukan setelah deklarasi dukungan sepenuhnya tuntas. Dengan itu, gerakan kedepannya bisa lebih terstruktur. “Kami selesaikan satu-satu dulu. Setelah deklarasi dukungan, baru ke tim pemengan,” sebutnya.

Dukungan secara resmi baru turun dari Partai Nasdem. Bahkan ini sudah muncul Oktober lalu. Ketua DPD Partai Nasdem Klungkung, Ketut Sukma Sucita menyatakan dukungan tersebut berdasarkan hasil evaluasi terhadap kinerja incumbent dalam empat tahun terakhir maupun penyerapan asipirasi langsung ke masyarakat. “Nasdem memperhatikan kemauan rakyat. Ternyata mereka ingin paket ini menjadi bupati lagi untuk selanjutnya,” katanya.

Baca juga:  Mencoblos di TPS 6, Suwirta Minta Masyarakat Kawal Proses Penghitungan Suara

Ditegaskan pula, dukungan ini tanpa didasari komunikasi politik bersama incumbent. Apalagi bertemu empat mata bersama ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Selain itu juga tanpa adanya mahar politik.

“Incumbent tidak pernah bertemu sebelumnya. Ini murni melihat dari hasil kerjanya dan prestasinya. Ini dipresentasikan di pusat. Partai sudah tahu seperti apa. Dukungan kami tanpa syarat. Tidak ada mahar,” tegasnya.

Merapatnya partai tersebut akan memberikan kekuatan lebih besar dalam pertarungan melawan PDI-P yang secara tegas mengusung calon sendiri. Rekomendasinya dikabarkan turun pada 19 atau 20 Desember ini. “Kalau misalnya turunnya sebelum itu, pasti saya kabari,” ungkap Ketua DPC PDI-P Klungkung, Anak Agung Gede Anom.

Sosok yang akan bertarung pada hajatan politik lima tahunan ini bergantung pada keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Sebelumnya, DPC menyetorkan sebelas nama yang dianggap berkompeten. Namun di DPD kembali diciutkan menjadi tujuh orang untuk disetor ke pusat. Tiga diantaranya, Ketut Mandya, Tjokorda Gede Agung, dan Wayan Sutena. Mantan Ketua DPRD Klungkung ini membocorkan, rekomendasi jatuh di luar orang-orang tersebut. “Yang jelas tetap kader partai,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.