DENPASAR, BALIPOST.com – Puncak peringatan hari Juang Kartika oleh Kodam IX/Udayana dilaksanakan di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Puputan Badung), Jumat (15/12). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam Komaruddin menyerahkan penghargaan kepada para veteran dan sesepuh TNI AD. “Hari ini adalah hari Angkatan Darat, dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Upacara ini dilakukan dalam rangka memperingati pada saat hari Palagan Ambarawa. Saat itu kita masih pakai senjata sederhana tapi mampu melumpuhkan tentara sekutu,” ujar Pangdam.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen Komaruddin membacakan amanat Kepala Staf TNI Angkatan Darat mengajak seluruh prajurit, ASN dan keluarga besar TNI AD untuk menundukkan kepala sejenak, mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu yang telah melahirkan serta membesarkan TNI Angkatan Darat. Seraya berdoa semoga amal bakti dan perjuangannya diterima dan dicatat sebagai amal ibadah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Penghormatan dan penghargaan yang tinggi juga disampaikan kepada para veteran, sesepuh dan senior, baik yang dapat hadir maupun tidak, yang telah memberikan dharma baktinya demi kejayaan TNI, bangsa dan negara hingga saat ini. “Hari ini, tepat 72 tahun yang lalu, para pendahulu telah menorehkan catatan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, yaitu peristiwa yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa,” tegasnya.

Meski dengan senjata dan perlengkapan yang sangat sederhana, kesatuan-kesatuan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) merupakan cikal bakal TNI, bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang dengan memukul mundur tentara sekutu yang memiliki persenjataan dan kemampuan taktik serta strategi perang yang jauh lebih modern di masa itu. Keberhasilan tersebut, tidak hanya meningkatkan moril perjuangan di wilayah Indonesia lainnya tetapi juga memberikan dampak politis secara Internasional.

Baca juga:  Sambut Pertemuan IMF-WB, Ribuan Anggota Kodam Kerja Bakti di Tanjung Benoa

Pasalnya ternyata TNI dan rakyat Indonesia mampu menunjukkan semangat pantang menyerah dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih. Palagan Ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. “Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu. TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena dilahirkan dari rakyat sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, sebaliknya rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban,” ungkap jenderal bintang dua di pundak ini.

Kondisi ini tersirat dalam tema yang ditetapkan pada Hari Juang Kartika tahun 2017 yaitu “Manunggal dengan Rakyat, TNI AD Kuat. ” “Harapan kami, semangat para pahlawan yang mampu mengalahkan sekutu itu, terus berkelanjutan kepada prajurit generasi penerus. Sehingga semangat itu terus ada pada dirinya dan mampu memberikan, menjaga dan melaksanakan tugasnya menjaga keutuhan NKRI,” tandasnya.

Usai upacara, ditampilkan demontrasi Kolone Senapan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Asuhan Ketua Persit PD IX/Udayana, Ny. Vera Komaruddin S,. Sebagai istri prajurit dalam peringatan hari Juang Kartika ini juga ikut berpartisipasi menunjukkan kebolehan dalam memadukan ketangkasan gaya militer dengan karya seni dengan menampilkan Kolone Senapan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan demontrasi Yong Moodo, karate dan pencak silat oleh para petarung pilihan dan prajurit yang berprestasi.

Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya pejabat teras Kodam IX/Udayana, Guberbur Bali, Wakapolda Bali, Ketua PHDI Pusat, FKPD Provinsi Bali dan tokoh agama serta panglingsir puri. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.