Seorang aparat kepolisian dan warga mengurug jalan berlubang di wilayah Jembrana. (BP/ist)
NEGARA, BALIPOST.com – Belasan titik jalan Nasional yang rusak parah di wilayah Jembrana terpantau Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana. Diharapkan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), jalan Denpasar-Gilimanuk itu bisa segera diperbaiki dari pihak terkait.

Dari pantauan pada Selasa (12/12), kerusakan jalur darat ini dapat ditemui di seluruh Kecamatan di Jembrana. Kondisi terparah terpantau di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo tepatnya di kilometer 81-82. Kondisi jalan sepanjang 200 meter bergelombang dan berlubang.

Selain itu, di wilayah Melaya juga dapat ditemui jalan yang rusak parah tepatnya di kilometer 114-116. Begitu halnya di Kecamatan Jembrana, Negara dan Pekutatan terpantau beberapa titik yang mengalami kerusakan yang sama. Bahkan di Pekutatan, di jalur tikungan menanjak yang berbahaya bila dilintasi kendaraan. Kondisi jalan rusak ini juga terpantau oleh Satlantas Polres Jembrana dan menjadi perhatian.

Kasatlantas Polres Jembrana, AKP I Nyoman Sukadana dikonfirmasi membenarkan adanya belasan titik jalan yang rusak di sepanjang Gilimanuk hingga Pekutatan tersebut. Antisipasi awal sebelum dilakukan perbaikan, pihaknya juga telah menerjunkan anggota untuk mengurug jalan berlubang bersama masyarakat. Seperti jalan rusak di atas jembatan Tukad Sebual, Desa Dangintukadaya Senin (11/12).

Baca juga:  Dipetakan, 12 Titik Macet dan Kawasan Krodit di Gianyar

Pihaknya juga menghimbau kepada pengguna jalan agar berhati-hati melintasi jalan rusak ini. Apalagi saat ini memasuki musim penghujan yang berdampak pada terbatasnya jarak pandang dan tertutupnya lubang jalan rusak akibat genangan air hujan.

Dari belasan yang terpantau jalan rusak tersebut, Satlantas juga telah mendata diantaranya di di Km 57-58 Desa Pengeragoan, Km 65-66 di Desa Pekutatan, Kilometer 75, Desa Yeh Sumbul, Kilometer 87 di Desa Tegalcangkring dan Mendoyo Dauh Tukad serta Pohsanten. Namun dari sekian titik jalan yang rusak itu, menurutnya yang terparah ada di Yehembang dan Melaya. Kerusakan jalan ini sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.