Eksekutif
Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Adanya dorongan dari DPRD supaya eksekutif mempersiapkan jalur alternatif jika proyek perbaikan jalan di Culali terlaksana disikapi oleh Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra. Pihaknya, bakal segera melakukan koordinasi dengan Forkompinda terkait persipan jalur arternatif khusus truk galian C tersebut.

Sekda Gira Putra saat dikonfirmasi, Selasa (12/12) mengungkapkan, jika proyek tersebut berjalan truk galian C pengangkut material pasir memang harus melalui jalur yang lain. Jadi memang harus disiapkan jalur yang lain untuk truk pengangkut pasir. Maka dari itu, untuk mempersiapkan jalur alternatif itu, maka pihaknya akan merencanakan pembahasan lebih lanjut dengan Forkompinda. Jadi, setelah melakukan pembahasan itu, baru bisa dipastikan jalaur mana yang akan dijadikan sebagai alternatif truk galian C kalau proyek itu terlaksana tahun 2018.

“Kita akan rencanakan lebih lanjut terkait jalur alternatif jika proyek tersebut berjalan. Kita juga akan berkordinasi dengan aparat kemanan. Karena keamanan sangat perlu disiapkan untuk kepentingan oprasional dilapangan. Supaya semuanya bisa berjalan dengan baik,” singkat Giri Putra.

Baca juga:  Dua Pria Asal Situbondo Tenggelam di Eks Galian C, Ditemukan Tak Bernyawa

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mendesak eksekutif supaya mencermati proyek tersbut agar tidak kembali gagal terlaksana tahun depan. Mengingta proyek tersebut sudah sempat gagal dua kalai yakni tahun 2016 dan 2017. Jika proyekni terlaksana pihak eksekutif diminta mempersiapkan jalur alternatif bagi truk selama proses pengerjaan proyek jalan di Cuali berlangsung.

Kutha Parwata menjelaskan, ada beberapa solusi pengalihan arus lalulintas yang bisa diambil eksekutif, salah satunya mengijinkan truk pengangkut material galian C kembali lewat jalur Penelokan. Hanya saja lewat dengan jam yang diatur sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas pariwisata. Para sopir truk juga harus tetap menjaga kebersihan dan tidak membawa material galian melebihi tonase. Alternatif lain truk bisa dialihkan melewati jalur Bubung Kelambu, Desa Batur. Pihaknya juga meminta Pemkab Bangli supaya mendekati pengusaha galian C untuk mengimbau agar mengisian pasir tidak sampai melebihi tonase. Dengan demikian truk tidak sampai kencing sembarangan yang bisa memicu protes. (eka prananda/balipost).

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.